
Harga minyak menguat tipis pada perdagangan Selasa (20/1) setelah data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan mendorong optimisme permintaan. Brent naik 19 sen (0,3%) menjadi $64,13/barel, sementara WTI Februari yang berakhir hari ini naik 25 sen (0,4%) menjadi $59,69/barel. Kontrak WTI Maret yang lebih aktif ikut naik tipis ke sekitar $59,42/barel. Penguatan ini didorong oleh kabar dari China sebagai importir minyak terbesar dunia. Ekonomi China dilaporkan tumbuh 5,0% sepanjang tahun 2025 dan memenuhi target pemerintah. Aktivitas kilang juga meningkat, dengan throughput kilang naik...
Harga perak saat ini turun dari level tertinggi 14 tahun yang sempat disentuh awal pekan ini. Tekanan koreksi muncul setelah reli panjang yang didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve dan meningkatnya permintaan safe-haven di tengah ketidakpastian fiskal global. Investor cenderung melakukan aksi ambil untung sementara menunggu kejelasan arah kebijakan moneter AS, terutama terkait potensi pemangkasan suku bunga pada pertemuan mendatang. Meskipun terkoreksi, prospek jangka menengah perak masih relatif kuat. Risiko geopolitik yang meningkat, ketegangan perdagangan...
The global gold price has once again made history, breaking a new record high of US$3,546 per ounce in trading on Wednesday (September 3) morning. This surge was triggered by growing expectations of a Federal Reserve (The Fed) interest rate cut, a weakening US dollar, and a surge in investor funds flowing into safe-haven assets. The market believes the US central bank is highly likely to cut interest rates at its September meeting. A looser monetary policy has weakened the US dollar and increased gold's appeal as a hedge. President Donald Trump's pressure on the Federal Reserve and...
Harga minyak sedikit naik di tengah ketegangan geopolitik, terutama serangan Ukraina terhadap kilang Rusia yang telah menekan pasokan, serta rendahnya persediaan di AS. Namun, prospek permintaan global lemah akibat perang dagang AS dan risiko perlambatan ekonomi. Pasar sedang menunggu keputusan OPEC+ akhir pekan ini, yang diperkirakan akan menjaga pasokan tetap stabil. Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) menguat didorong kombinasi taruhan pemangkasan suku bunga The Fed bulan ini dan dolar AS yang melemah, sehingga menekan imbal hasil riil dan meningkatkan daya tarik aset tanpa kupon. Nada dovish dari pejabat The Fed serta data PCE yang sesuai ekspektasi menjaga peluang cut 25 bps tetap tinggi. Di sisi sentimen, kekhawatiran atas independensi The Fed dan ketidakpastian terkait tarif AS ikut memicu permintaan lindung nilai. Arus masuk ke ETF berbasis emas dan pembelian bank sentral yang berkelanjutan menambah dukungan fundamental. Sumber: Newsmaker.id
Perak diperdagangkan di kisaran $40,6 per ons, mendekati level tertinggi sejak 2011. Sentimen positif berasal dari ekspektasi penurunan suku bunga The Fed bulan ini dan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian kebijakan tarif AS. Di sektor industri, prospek perak juga didukung oleh melonjaknya permintaan untuk sektor energi hijau. Ekspor sel surya Tiongkok melonjak lebih dari 70% pada paruh pertama tahun ini, terutama ke India, yang memperkuat prospek konsumsi perak global.Harga perak saat artikel ini ditulis naik 2,21% menjadi $40,653/Toz.DISCLAIMER Catatan:...