
Harga minyak menguat tipis pada perdagangan Selasa (20/1) setelah data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan mendorong optimisme permintaan. Brent naik 19 sen (0,3%) menjadi $64,13/barel, sementara WTI Februari yang berakhir hari ini naik 25 sen (0,4%) menjadi $59,69/barel. Kontrak WTI Maret yang lebih aktif ikut naik tipis ke sekitar $59,42/barel. Penguatan ini didorong oleh kabar dari China sebagai importir minyak terbesar dunia. Ekonomi China dilaporkan tumbuh 5,0% sepanjang tahun 2025 dan memenuhi target pemerintah. Aktivitas kilang juga meningkat, dengan throughput kilang naik...
Harga minyak Brent menguat pada perdagangan Jumat (12/9), Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif pasar energi di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve yang dapat mendorong pertumbuhan permintaan global. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa yang menambah kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan. Meski sentimen bullish mendominasi, investor tetap berhati-hati terhadap prospek kelebihan pasokan setelah OPEC+ mengumumkan rencana untuk menambah produksi secara bertahap. Prospek surplus yang sebelumnya...
Harga minyak kembali melemah di perdagangan Asia meskipun awalnya didukung oleh isu geopolitik. Brent turun ke $65 per barel dan WTI ke $61, tertekan oleh proyeksi IEA bahwa produksi global akan melonjak menjadi 2,7 juta barel per hari pada tahun 2025. Kekhawatiran tentang permintaan yang lesu di AS juga memperkuat sinyal bahwa pasar mungkin menghadapi kelebihan pasokan dalam waktu dekat. Meskipun ekspektasi penurunan suku bunga The Fed melemahkan dolar dan memberi ruang bagi harga minyak untuk pulih, tekanan tetap dominan. Dorongan AS agar G7 mengenakan tarif yang lebih tinggi kepada...
Harga emas terus mendekati level $3.650 per ons dan bersiap mencatat kenaikan mingguan keempat. Hal ini dipicu oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga AS, seiring arus masuk ke dana ETF berbasis emas yang semakin meningkat. Perak juga ikut terkerek, mencapai $42 per ons-level tertinggi sejak 2011. Pasar sentimen didukung oleh data inflasi konsumen AS bulan Agustus yang sesuai perkiraan, memberi ruang bagi The Fed untuk menurunkan biaya pinjaman setelah data pasar tenaga kerja sebelumnya menunjukkan pelemahan. Para pelaku pasar kini memperkirakan setidaknya satu kali...
Perak $41/oz tetap tinggi usai data AS (CPI jinak, klaim jobless naik) mempertebal peluang rate cut The Fed 25 bps pekan depan”melemahkan Dolar dan menopang logam mulia. Latar permintaan industri (terutama PV/elektrifikasi) menjaga bias positif.Secara teknikal, area $41 jadi penopang awal; tembus $42 membuka ruang ke $42,5. Gagal bertahan bisa koreksi ke $40,5“$40,0 sebelum minat beli muncul lagi.(ads)Harga perak pada saat penulisan adalah $41.431/Toz.(ads)DISCLAIMERCatatan: Artikel ini hanya untuk tujuan analisis dan bukan referensi definitif. Harap pertimbangkan perkembangan...
Harga emas terpantau melemah pada perdagangan Kamis (11/9 setelah sempat mencetak rekor baru awal pekan ini. Tekanan jual muncul seiring penguatan dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi, yang mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai. Investor cenderung melakukan aksi ambil untung menjelang rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat, yang dapat menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed. Meski terkoreksi, prospek emas jangka menengah masih relatif positif, terutama bila bank sentral AS memberi sinyal pemangkasan suku bunga lebih agresif pada pertemuan...