Wednesday, 11 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Tuesday, 20 January 2026 11:40 WIB

Harga minyak menguat tipis pada perdagangan Selasa (20/1) setelah data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan mendorong optimisme permintaan. Brent naik 19 sen (0,3%) menjadi $64,13/barel, sementara WTI Februari yang berakhir hari ini naik 25 sen (0,4%) menjadi $59,69/barel. Kontrak WTI Maret yang lebih aktif ikut naik tipis ke sekitar $59,42/barel. Penguatan ini didorong oleh kabar dari China sebagai importir minyak terbesar dunia. Ekonomi China dilaporkan tumbuh 5,0% sepanjang tahun 2025 dan memenuhi target pemerintah. Aktivitas kilang juga meningkat, dengan throughput kilang naik...

RECENT NEWS
Minyak Melemah, Rate Cut Tak Menolong
Friday, 19 September 2025 15:32 WIB | Oil, Crude Oil

Harga minyak masih melanjutkan penurunannya memasuki sesi Eroppa hari Jumat di tengah kekhawatiran akan permintaan bahan bakar di Amerika Serikat melebihi prospek bahwa pemotongan suku bunga pertama tahun ini oleh Federal Reserve akan mendorong konsumsi yang lebih besar dan seruan terbaru oleh Presiden AS Donald Trump agar harga lebih rendah guna menekan Moskow untuk mengakhiri perang di Ukraina membebani serangan baru terhadap infrastruktur energi Rusia. Namun, kedua acuan harga minyak tersebut masih berada di jalur untuk ditutup lebih tinggi untuk minggu kedua berturut-turut. Harga...

Efek Fed Cut: Perak Kembali Bersinar
Friday, 19 September 2025 10:43 WIB |

Perak menguat ke sekitar $41,90 karena efek pemangkasan suku bunga The Fed. Suku bunga yang lebih rendah bikin biaya peluang memegang perak turun, jadi logam ini lebih menarik. Sentimen juga ditopang permintaan global-terutama untuk panel surya (fotovoltaik) yang banyak digerakkan Tiongkok-serta pembelian ETF perak oleh dana kekayaan negara Arab Saudi dan prospek dolar AS yang cenderung melemah. Namun, kenaikan perak bisa tertahan kalau minat "safe haven" berkurang. Meredanya tensi geopolitik, seperti harapan kemajuan dialog Rusia-Ukraina yang disinggung Presiden AS Donald Trump dan PM...

Emas Tersandung Dolar Kuat, Apa Selanjutnya?
Friday, 19 September 2025 10:29 WIB |

Emas sedang terkoreksi setelah sempat melonjak usai The Fed memangkas suku bunga 25 bps. Pernyataan Jerome Powell yang "pertemuan demi pertemuan" dan tidak terlalu dovish membuat pasar ragu soal kecepatan penurunan suku bunga ke depan, sehingga minat beli emas ikut mereda. Selain itu, dolar AS menguat setelah komentar Powell. Dolar yang lebih kuat biasanya menekan harga emas karena membuatnya lebih mahal bagi pembeli di luar AS. Alhasil, emas kini berada sekitar $60 di bawah rekor tertingginya. Harga emas saat artikel ini ditulis adalah $3.653/Toz. DISCLAIMER Catatan: Artikel ini hanya...

Kilau Emas Luntur
Thursday, 18 September 2025 22:02 WIB | GOLD

Emas terkoreksi setelah cetak rekor $3.707/oz: pemotongan 25 bps The Fed sudah "priced in", nada Powell hati-hati, USD menguat, dorongan bullish mereda dan profit-taking jalan. Level kunci: resistance $3.680“$3.700 (ATH $3.707), support $3.650/$3.640 lalu $3.610“$3.600. Dengan ekspektasi pemotongan lanjutan sebagian sudah "priced in", dorongan bullish mereda sementara. Harga emas saat artikel ini ditulis adalah $3.639/Toz. DISCLAIMERCatatan: Artikel ini hanya untuk tujuan analisis dan bukan referensi definitif. Mengingat perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum...

Harga Perak Kembali Menguat
Thursday, 18 September 2025 18:00 WIB | SILVER

Harga perak kembali naik, seiring reli Dolar AS mulai kehilangan tenaga di tengah sentimen risiko yang lebih tenang.Pada saat analyst ini di rilis,Harga Perak Berada Di Level $ 41.858 Sumber: Newsmaker.id