
Harga emas turun pada hari Kamis(8/1) karena investor bersiap menghadapi penjualan berjangka yang terkait dengan perombakan indeks komoditas, dengan dolar AS yang lebih kuat menambah tekanan dengan membuat logam tersebut lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Harga emas spot turun 0,6% menjadi $4.427,48 per ons, pada pukul 0921 GMT. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari turun 0,6% menjadi $4.435,40. "Emas dan perak tetap berada di bawah tekanan karena penyeimbangan ulang indeks komoditas tahunan sedang berlangsung. Selama lima hari ke depan, kontrak berjangka COMEX dapat...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari Jumat. Rilis data AS baru-baru ini mengirimkan sinyal yang beragam: pasar tenaga kerja tampaknya mendingin, sementara aktivitas sektor jasa mengejutkan dengan kenaikan membuat prospek Fed tetap seimbang. Level terbaru: DXY ~98,74, EUR/USD 1,1679, GBP/USD ~1,3456, USD/JPY ~156,7, AUD/USD ~0,6698, NZD/USD ~0,5754. Pasar terus menafsirkan gambaran pasar tenaga kerja sebagai "tidak ada...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjualan minyak mentah ke depan dan penyitaan tanker yang masuk sanksi Brent berada di sekitar $60,20/barel dan WTI di $56,21/barel. Washington disebut akan memulai dengan menawarkan stored crude sebelum masuk ke penjualan pasokan Venezuela, sementara otoritas energi AS menyatakan minyak tersebut sudah mulai dipasarkan. Dari sisi korporasi, langkah ini membuka ruang perubahan besar pada peta ekspor...
Harga emas cenderung stabil setelah sempat turun hampir 1% pada sesi sebelumnya. Pasar sekarang menahan langkah sambil menunggu dua hal besar: rilis data tenaga kerja AS dan proses penyesuaian (rebalancing) indeks komoditas tahunan. Pada Kamis pagi, emas bertahan di sekitar US$4.460 per troy ounce. Pergerakan yang "kalem" ini wajar karena banyak pelaku pasar memilih menunggu arah baru sebelum mengambil posisi besar. Fokus utama datang dari rebalancing indeks komoditas global. Sejumlah dana pasif (passive tracking funds) diperkirakan mulai menjual kontrak berjangka logam mulia agar...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih berada di bawah US$60/barel. Kenaikan kecil ini terjadi karena trader menimbang rencana AS yang disebut ingin mengendalikan penjualan minyak Venezuela ke depan. Artinya, bukan cuma soal sanksi, tapi juga soal siapa yang "mengatur" aliran minyak Venezuela ke pasar. Menteri Energi AS, Chris Wright, menyebut pemerintah AS akan memulai dengan menawarkan minyak yang sudah tersimpan (stored crude),...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga minyak mengalami penurunan dari awal pekan ini setelah invasi AS ke Venezuela memicu spekulasi tentang pencabutan sanksi secara luas terhadap industri minyak negara tersebut. Langkah tersebut dapat melepaskan puluhan juta barel pasokan kembali ke pasar. Meskipun ketidakpastian geopolitik yang meningkat membuat para pedagang memperhitungkan premi risiko, harga minyak sebagian besar tetap melemah...
Pasar logam mulia sempat tertekan turun setelah dirilisnya data JOLTS Job Openings (lowongan kerja AS), namun dalam sesi perdagangan berikutnya harga emas berhasil memulihkan diri dan kembali naik, mencerminkan dinamika pasar yang penuh volatilitas jelang data ekonomi besar berikutnya. Reaksi Awal: Turun setelah Data JOLTS Data JOLTS yang lebih kuat dari ekspektasi investor sering dipandang sebagai pertanda bahwa pasar tenaga kerja AS tetap kuat. Ini berdampak pada: Penguatan Dolar AS, karena data kuat sering meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Kenaikan imbal hasil...
Harga emas turun karena pelaku pasar mulai "mengabaikan" eskalasi geopolitik dan memilih fokus ke rangkaian data ekonomi AS yang padat pekan ini. Emas sempat melemah setelah reli lebih dari 4% dalam tiga sesi terakhir, kini bergerak mendekati area $4.455/oz. Di sisi geopolitik, ketegangan tetap tinggi: Presiden Donald Trump menyebut Venezuela akan menyerahkan 50 juta barel minyak ke AS, sementara Gedung Putih juga menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk menguasai Greenland. Dari Asia, Tiongkok memberlakukan kontrol ekspor ke Jepang untuk barang-barang yang berpotensi dipakai untuk...
Emas menguat di awal perdagangan Asia. Terdapat tren kenaikan komoditas yang luas, didorong oleh ketidakpastian makro, pelemahan dolar, dan permintaan yang terus berlanjut untuk aset "keras", ujar...
Harga minyak terus menurun setelah OPEC+ menyetujui peningkatan produksi yang lebih besar dari perkiraan bulan depan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan, sementara tarif AS...
Yen Jepang (JPY) melemah terhadap mata uang AS dan membalikkan sebagian pemulihan hari Jumat dari level terendah sejak 23 Juli menyusul pernyataan Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda. Ueda tidak...