Tuesday, 10 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB | GOLD |

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, dan dolar yang mulai melemah.

Pemicu utamanya datang dari data akhir pekan yang menunjukkan People's Bank of China (PBOC) kembali menambah cadangan emas. Ini berarti Tiongkok tercatat membeli emas selama 15 bulan berturut-turut, menandakan bahwa permintaan masih kuat di tengah kekhawatiran fiskal dan penutupan ekonomi global.

Dari sisi AS, pasar juga makin ramai bertaruh bahwa The Fed bisa lebih dovish di 2026. Sejumlah data tenaga kerja AS belakangan memberi tanda pelonggaran, yang membuka bagi ruang penurunan suku bunga lebih lanjut dan itu biasanya jadi "bahan bakar" buat emas karena emas tidak memberikan imbal hasil.

Cerita semakin panas setelah muncul isu tentang tekanan politik terhadap bank sentral. Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait suku bunga, ditambah komentar pejabat pemerintah soal kemungkinan langkah hukum terhadap kandidat ketua The Fed, ikut menyampaikan kekhawatiran soal independensi bank sentral situasi yang sering membuat investor mencari aset lindung nilai.

Sementara itu, dolar AS melemah secara moderat dua hari berturut-turut, ditambah narasi dedolarisasi yang masih menjadi tema besar. Kombinasi ini membuat emas lebih menarik, karena ketika USD turun, harga emas relatif lebih "murah" bagi pembeli luar AS.

Namun, dorongan naik emas juga tidak lepas dari rem. Tanda-tanda meredakan ketegangan Timur Tengah setelah pembicaraan tidak langsung AS “ Iran diakhiri dengan perjanjian untuk menjaga jalur diplomasi membuat sentimen risiko membaik. Akibatnya, sebagian aliran dana masuk ke aset berisiko, sehingga emas sebagai safe haven tidak melesat terlalu jauh.

Pasar kini cenderung menahan langkah besar karena menunggu data AS yang krusial: NFP yang tertunda pada hari Rabu dan inflasi konsumen pada hari Jumat. Dua rilis ini berpotensi menjadi penentu arah berikutnya apakah emas terus menguat karena peluang penurunan suku bunga semakin besar, atau justru tertahan jika data memaksa pasar "mengoreksi" ekspektasi terhadap The Fed. (asd) [sma]

Source : Newsmaker.id

RELATED NEWS
Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

Emas Tertekan Saat Data Tenaga Kerja Lemah...
Thursday, 5 February 2026 23:02 WIB

Emas masih sulit bangkit pada Kamis (5/2) meski sinyal pelemahan dari data tenaga kerja AS mulai terlihat. Penyebab utamanya: dolar AS tetap menguat (atau minimal bertahan kuat), sehingga tekanan ke l...

Emas "Napas Lagi" Setelah Crash, Buyer Balik Masuk...
Wednesday, 4 February 2026 10:10 WIB

Emas masih mempertahankan penguatannya setelah sempat jatuh tajam dari rekor tertinggi. Setelah pembeli "buy the dip" masuk saat harga turun, tekanan jual mulai mereda dan pergerakan emas kembali lebi...

Emas Mulai Bangkit, Tapi "Rem" Masih Banyak...
Tuesday, 3 February 2026 16:33 WIB

Emas (XAU/USD) mulai menarik pembeli pada Selasa setelah jatuh tajam dua hari dan sempat menyentuh area $4.400”level terendah sejak 6 Januari. Pemulihan ini terbantu karena dolar AS melemah tipis da...

Emas Berbalik Arah, Risiko Masih Tinggi...
Monday, 2 February 2026 22:53 WIB

Logam mulia mulai "ambil napas" setelah diguncang aksi jual brutal di sesi Asia. Harga sempat jatuh dalam lalu muncul pantulan tipis, karena pasar sedang menakar: ini koreksi wajar setelah reli gila-g...

LATEST NEWS
Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, dan dolar yang mulai melemah. Pemicu utamanya...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fears of imminent supply disruptions. Brent fell...

Saham Hong Kong Ngebut Di Awal Pekan

Saham Hong Kong langsung tancap gas pada Senin pagi. Indeks Hang Seng naik 488 poin atau sekitar 1,8% ke level 27.051, memantul setelah sempat melemah di sesi sebelumnya. Sentimen ikut ketarik dari Wall Street. Reli pada Jumat bikin Dow Jones...

POPULAR NEWS