
Emas masih sulit bangkit pada Kamis (5/2) meski sinyal pelemahan dari data tenaga kerja AS mulai terlihat. Penyebab utamanya: dolar AS tetap menguat (atau minimal bertahan kuat), sehingga tekanan ke logam mulia belum mereda.
Pemicu awal datang dari data JOLTS Job Openings yang turun tajam. Rilis untuk Desember 2025 menunjukkan lowongan kerja berada di 6,542 juta, jauh di bawah perkiraan 7,200 juta. Normalnya, angka yang melemah seperti ini memberi ruang bagi emas untuk menguat karena pasar bisa mulai membayangkan suku bunga lebih rendah. Namun, kali ini efeknya tertahan karena dolar justru tetap diburu terutama saat pasar sedang risk-off, butuh likuiditas, dan banyak pelaku pasar merapikan posisi.
Di sisi lain, yield dan ekspektasi jalur suku bunga ("rate path") belum otomatis berubah dovish. Klaim pengangguran awal (Unemployment Claims) naik menjadi 231 ribu dari 209 ribu, tapi level ini masih dianggap "belum rusak" oleh sebagian pelaku pasar. Artinya, pasar belum merasa cukup yakin untuk langsung agresif mem price in penurunan suku bunga. Kalau yield tidak turun signifikan, emas juga cenderung sulit mengangkat karena aset ini tidak memberi imbal hasil.
Tekanan tambahan juga datang dari faktor teknikal dan positioning. Setelah volatilitas ekstrem di awal Februari, banyak fund dan trader memilih ambil untung (profit taking) dan mengurangi leverage. Dalam fase seperti ini, data yang terlihat "buruk" kadang malah memicu jual tambahan karena pasar sedang rapuh terutama jika ada forced selling atau penyesuaian margin.
Fokus pasar pun mulai bergeser ke pemicu yang dianggap lebih "besar": NFP (Non-Farm Payrolls) dan arah kebijakan The Fed. JOLTS dan jobless claims memang penting, tetapi sering kali pasar memilih menahan reaksi sampai ada konfirmasi dari data utama. Akibatnya, pergerakan emas bisa tampak "melawan logika" karena positioning jelang event besar lebih dominan dibanding headline data harian. (alg) [sma]
Source : Newsmaker.id
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...
Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...
Emas masih mempertahankan penguatannya setelah sempat jatuh tajam dari rekor tertinggi. Setelah pembeli "buy the dip" masuk saat harga turun, tekanan jual mulai mereda dan pergerakan emas kembali lebi...
Emas (XAU/USD) mulai menarik pembeli pada Selasa setelah jatuh tajam dua hari dan sempat menyentuh area $4.400”level terendah sejak 6 Januari. Pemulihan ini terbantu karena dolar AS melemah tipis da...
Logam mulia mulai "ambil napas" setelah diguncang aksi jual brutal di sesi Asia. Harga sempat jatuh dalam lalu muncul pantulan tipis, karena pasar sedang menakar: ini koreksi wajar setelah reli gila-g...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, dan dolar yang mulai melemah. Pemicu utamanya...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fears of imminent supply disruptions. Brent fell...
Saham Hong Kong langsung tancap gas pada Senin pagi. Indeks Hang Seng naik 488 poin atau sekitar 1,8% ke level 27.051, memantul setelah sempat melemah di sesi sebelumnya. Sentimen ikut ketarik dari Wall Street. Reli pada Jumat bikin Dow Jones...