Friday, 06 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas Berbalik Arah, Risiko Masih Tinggi
Monday, 2 February 2026 22:53 WIB | GOLD |

Logam mulia mulai "ambil napas" setelah diguncang aksi jual brutal di sesi Asia. Harga sempat jatuh dalam lalu muncul pantulan tipis, karena pasar sedang menakar: ini koreksi wajar setelah reli gila-gilaan, atau sinyal reli besar benar-benar patah.

Emas spot masih tertekan sekitar 4% setelah sebelumnya sempat ambruk hingga 10% melanjutkan penurunan paling tajam dalam lebih dari satu dekade pada Jumat. Perak juga belum pulih, turun lebih dari 7% setelah sesi sebelumnya sempat rontok 16% dan mencetak penurunan intraday terbesar. Sentimennya jelas: dari euforia jadi risk-off dalam satu hentakan.

Akar masalahnya adalah reli Januari yang "lari terlalu jauh". Investor menumpuk emas dan perak karena campuran isu geopolitik, kekhawatiran pelemahan mata uang, dan isu independensi bank sentral. Dorongan spekulan Tiongkok ikut menambah "busa" di reli dan saat arah berbalik, pasar yang terlalu padat langsung kekurangan likuiditas.

Pemicu utama selloff datang dari kabar Donald Trump akan mengajukan Kevin Warsh untuk memimpin The Fed. Pasar membaca Warsh sebagai figur yang lebih tegas terhadap inflasi, sehingga ekspektasi kebijakan lebih ketat menguat, dolar naik, dan logam mulia yang dihargai dolar jadi ikut tertekan. Di saat yang sama, arus spekulatif yang tadinya mendorong harga dari Asia ikut putar balik dan memperdalam jatuhnya harga.

Tekanan makin "nendang" karena faktor teknis: banyak posisi memakai leverage, jadi ketika harga turun muncul efek domino margin call, forced selling, dan pembalikan hedging dari pasar opsi. Dari sini, arah selanjutnya sangat bergantung pada apakah pembeli fisik (terutama jelang Imlek di Tiongkok) kembali agresif buy the dip, dan apakah proses deleveraging sudah benar-benar selesai. (alg)[sma]

Source : Newsmaker.id

RELATED NEWS
Emas "Napas Lagi" Setelah Crash, Buyer Balik Masuk...
Wednesday, 4 February 2026 10:10 WIB

Emas masih mempertahankan penguatannya setelah sempat jatuh tajam dari rekor tertinggi. Setelah pembeli "buy the dip" masuk saat harga turun, tekanan jual mulai mereda dan pergerakan emas kembali lebi...

Emas Mulai Bangkit, Tapi "Rem" Masih Banyak...
Tuesday, 3 February 2026 16:33 WIB

Emas (XAU/USD) mulai menarik pembeli pada Selasa setelah jatuh tajam dua hari dan sempat menyentuh area $4.400”level terendah sejak 6 Januari. Pemulihan ini terbantu karena dolar AS melemah tipis da...

Emas Tiba-Tiba Loyo Di Asia, Ada Apa?...
Friday, 30 January 2026 10:12 WIB

Harga emas turun di sesi Asia pada Jumat (30/1) setelah sebelumnya sempat "liar" dan mencetak rekor tinggi. Saat laporan ini dibuat, emas global bergerak di kisaran $5.280 ribuan per ons. Pelemahan i...

Emas Tembus $5.500, Pasar "Kabur" dari Dolar & Obligasi...
Thursday, 29 January 2026 10:37 WIB

Harga emas kembali bikin heboh setelah melonjak ke rekor baru di atas $5.500 per ons, memperpanjang reli yang sudah super kencang sepanjang awal tahun. Di sesi Asia, emas sempat mencetak puncak baru s...

Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400...
Thursday, 22 January 2026 14:47 WIB

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...

LATEST NEWS
Emas "Napas Lagi" Setelah Crash, Buyer Balik Masuk

Emas masih mempertahankan penguatannya setelah sempat jatuh tajam dari rekor tertinggi. Setelah pembeli "buy the dip" masuk saat harga turun, tekanan jual mulai mereda dan pergerakan emas kembali lebih stabil. Pada perdagangan awal, emas batangan...

Oil Rises Again, Is There a "Heat" Signal from Iran?

Oil prices rose for the second consecutive day after US-Iran tensions resurfaced. The trigger: the US reportedly shot down an Iranian drone near an American aircraft carrier in the Arabian Sea an event that immediately put the market on alert. The...

Emas Mulai Bangkit, Tapi "Rem" Masih Banyak

Emas (XAU/USD) mulai menarik pembeli pada Selasa setelah jatuh tajam dua hari dan sempat menyentuh area $4.400”level terendah sejak 6 Januari. Pemulihan ini terbantu karena dolar AS melemah tipis dan menjauh dari puncak lebih dari sepekan yang...

POPULAR NEWS