Friday, 06 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas Tiba-Tiba Loyo Di Asia, Ada Apa?
Friday, 30 January 2026 10:12 WIB | GOLD |

Harga emas turun di sesi Asia pada Jumat (30/1) setelah sebelumnya sempat "liar" dan mencetak rekor tinggi. Saat laporan ini dibuat, emas global bergerak di kisaran $5.280 ribuan per ons.

Pelemahan ini terjadi karena pasar mulai ambil untung setelah reli besar-besaran beberapa hari terakhir. Setelah naik terlalu cepat, banyak trader memilih mengunci profit, sehingga harga terkoreksi.

Pergerakan emas minggu ini memang penuh "whipsaw": sempat dekat $5.600, lalu berbalik turun tajam. Kondisi seperti ini biasanya muncul saat posisi spekulatif sudah padat dan pasar mudah terpancing aksi jual cepat.

Meski turun, latar belakangnya belum hilang: ketidakpastian global dan isu geopolitik masih bikin investor tetap memandang emas sebagai aset aman, hanya saja ritmenya lagi "pendinginan" sementara.

Dari sisi kebijakan, The Fed yang masih hati-hati membuat pasar terus menebak arah suku bunga berikutnya. Ketidakpastian ini sering bikin emas naik-turun tajam karena ekspektasi bunga sangat mempengaruhi daya tarik emas.

Faktor lain: dolar dan yield AS yang berubah-ubah ikut membuat harga emas sensitif. Saat dolar menguat / yield naik, emas biasanya lebih gampang tertekan apalagi setelah reli besar.

Kesimpulannya, ini lebih terlihat sebagai koreksi setelah euforia ketimbang "cerita emas selesai". Tapi dalam kondisi volatil seperti sekarang, pasar tetap rawan lanjut swing jadi fokus pelaku pasar biasanya ke level psikologis berikutnya dan headline besar yang bisa mengubah mood dalam hitungan menit. (asd) [sma]

Source : Bloomberg.com

RELATED NEWS
Emas "Napas Lagi" Setelah Crash, Buyer Balik Masuk...
Wednesday, 4 February 2026 10:10 WIB

Emas masih mempertahankan penguatannya setelah sempat jatuh tajam dari rekor tertinggi. Setelah pembeli "buy the dip" masuk saat harga turun, tekanan jual mulai mereda dan pergerakan emas kembali lebi...

Emas Mulai Bangkit, Tapi "Rem" Masih Banyak...
Tuesday, 3 February 2026 16:33 WIB

Emas (XAU/USD) mulai menarik pembeli pada Selasa setelah jatuh tajam dua hari dan sempat menyentuh area $4.400”level terendah sejak 6 Januari. Pemulihan ini terbantu karena dolar AS melemah tipis da...

Emas Berbalik Arah, Risiko Masih Tinggi...
Monday, 2 February 2026 22:53 WIB

Logam mulia mulai "ambil napas" setelah diguncang aksi jual brutal di sesi Asia. Harga sempat jatuh dalam lalu muncul pantulan tipis, karena pasar sedang menakar: ini koreksi wajar setelah reli gila-g...

Emas Tembus $5.500, Pasar "Kabur" dari Dolar & Obligasi...
Thursday, 29 January 2026 10:37 WIB

Harga emas kembali bikin heboh setelah melonjak ke rekor baru di atas $5.500 per ons, memperpanjang reli yang sudah super kencang sepanjang awal tahun. Di sesi Asia, emas sempat mencetak puncak baru s...

Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400...
Thursday, 22 January 2026 14:47 WIB

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...

LATEST NEWS
Emas "Napas Lagi" Setelah Crash, Buyer Balik Masuk

Emas masih mempertahankan penguatannya setelah sempat jatuh tajam dari rekor tertinggi. Setelah pembeli "buy the dip" masuk saat harga turun, tekanan jual mulai mereda dan pergerakan emas kembali lebih stabil. Pada perdagangan awal, emas batangan...

Oil Rises Again, Is There a "Heat" Signal from Iran?

Oil prices rose for the second consecutive day after US-Iran tensions resurfaced. The trigger: the US reportedly shot down an Iranian drone near an American aircraft carrier in the Arabian Sea an event that immediately put the market on alert. The...

Emas Mulai Bangkit, Tapi "Rem" Masih Banyak

Emas (XAU/USD) mulai menarik pembeli pada Selasa setelah jatuh tajam dua hari dan sempat menyentuh area $4.400”level terendah sejak 6 Januari. Pemulihan ini terbantu karena dolar AS melemah tipis dan menjauh dari puncak lebih dari sepekan yang...

POPULAR NEWS