Friday, 06 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas "Napas Lagi" Setelah Crash, Buyer Balik Masuk
Wednesday, 4 February 2026 10:10 WIB | GOLD |

Emas masih mempertahankan penguatannya setelah sempat jatuh tajam dari rekor tertinggi. Setelah pembeli "buy the dip" masuk saat harga turun, tekanan jual mulai mereda dan pergerakan emas kembali lebih stabil.

Pada perdagangan awal, emas batangan berada di sekitar $4.950 per ons setelah sempat melonjak lebih dari 6% pada sesi sebelumnya. Dorongannya datang dari suasana pasar yang kembali risk-on dan dolar AS melemah. Perak juga cenderung tenang.

Meski begitu, posisi emas masih sekitar 12% di bawah rekor tertinggi yang tercetak 29 Januari, namun tetap naik hampir 15% sepanjang tahun ini. Ini memberi sinyal: reli memang sempat patah, tapi minat beli belum benar-benar hilang.

Menurut Daniel Ghali dari TD Securities, gelombang "forced selling" di logam mulia kemungkinan sudah mencapai fase akhir. Namun volatilitas ekstrem sepekan terakhir bisa bikin investor ritel menahan diri dulu yang artinya, salah satu sumber demand besar sementara "menghilang" dari pasar.

Latar belakangnya, reli logam mulia bulan lalu dipicu kombinasi: dorongan spekulatif, ketegangan geopolitik, dan kekhawatiran soal independensi Federal Reserve. Tapi reli itu mendadak berhenti akhir pekan lalu: perak mencetak penurunan harian terbesar, sementara emas mengalami penurunan terdalam sejak 2013 setelah banyak peringatan bahwa kenaikan sudah "kebanyakan" dan terlalu cepat.

Ke depan, Bank of America menilai volatilitas logam mulia masih akan tinggi, meski sejumlah bank percaya emas bisa pulih. Deutsche Bank bahkan tetap pada proyeksi emas menuju $6.000/ons. Pada update terakhir, emas nyaris datar di $4.944,66/ons (pukul 07:49 di Singapore), perak turun 0,8% ke $84,48, sementara Bloomberg Dollar Spot Index relatif datar. (asd)[sma]

Source : Newsmaker.id

RELATED NEWS
Emas Mulai Bangkit, Tapi "Rem" Masih Banyak...
Tuesday, 3 February 2026 16:33 WIB

Emas (XAU/USD) mulai menarik pembeli pada Selasa setelah jatuh tajam dua hari dan sempat menyentuh area $4.400”level terendah sejak 6 Januari. Pemulihan ini terbantu karena dolar AS melemah tipis da...

Emas Berbalik Arah, Risiko Masih Tinggi...
Monday, 2 February 2026 22:53 WIB

Logam mulia mulai "ambil napas" setelah diguncang aksi jual brutal di sesi Asia. Harga sempat jatuh dalam lalu muncul pantulan tipis, karena pasar sedang menakar: ini koreksi wajar setelah reli gila-g...

Emas Tiba-Tiba Loyo Di Asia, Ada Apa?...
Friday, 30 January 2026 10:12 WIB

Harga emas turun di sesi Asia pada Jumat (30/1) setelah sebelumnya sempat "liar" dan mencetak rekor tinggi. Saat laporan ini dibuat, emas global bergerak di kisaran $5.280 ribuan per ons. Pelemahan i...

Emas Tembus $5.500, Pasar "Kabur" dari Dolar & Obligasi...
Thursday, 29 January 2026 10:37 WIB

Harga emas kembali bikin heboh setelah melonjak ke rekor baru di atas $5.500 per ons, memperpanjang reli yang sudah super kencang sepanjang awal tahun. Di sesi Asia, emas sempat mencetak puncak baru s...

Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400...
Thursday, 22 January 2026 14:47 WIB

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...

LATEST NEWS
Emas "Napas Lagi" Setelah Crash, Buyer Balik Masuk

Emas masih mempertahankan penguatannya setelah sempat jatuh tajam dari rekor tertinggi. Setelah pembeli "buy the dip" masuk saat harga turun, tekanan jual mulai mereda dan pergerakan emas kembali lebih stabil. Pada perdagangan awal, emas batangan...

Oil Rises Again, Is There a "Heat" Signal from Iran?

Oil prices rose for the second consecutive day after US-Iran tensions resurfaced. The trigger: the US reportedly shot down an Iranian drone near an American aircraft carrier in the Arabian Sea an event that immediately put the market on alert. The...

Emas Mulai Bangkit, Tapi "Rem" Masih Banyak

Emas (XAU/USD) mulai menarik pembeli pada Selasa setelah jatuh tajam dua hari dan sempat menyentuh area $4.400”level terendah sejak 6 Januari. Pemulihan ini terbantu karena dolar AS melemah tipis dan menjauh dari puncak lebih dari sepekan yang...

POPULAR NEWS