Thursday, 12 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali
Tuesday, 10 February 2026 21:16 WIB | GOLD |

Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot turun sekitar 0,2% ke $5.047,11/oz.

Yang membuat emas tetap bertahan bukan cuma soal data dan dolar yang cenderung melemah, tapi juga karena risk premium geopolitik belum hilang. Paling panas: tensi AS “ Iran kembali bikin Selat Hormuz jadi sorotan. AS baru mengeluarkan panduan bagi kapal berbendera AS yang melintas agar menjauh dari perairan teritorial Iran dan menolak permintaan naik kapal secara verbal sinyal bahwa Washington menganggap risiko di jalur energi terpenting dunia itu sedang "naik level".

Pasar paham betul, Hormuz itu bukan sekadar headline: sebagian besar aliran energi kawasan Teluk lewat jalur itu, jadi setiap eskalasi (bahkan cuma "aturan melintas") bisa mengubah kalkulasi risiko suplai. Apalagi, meski pembicaraan nuklir AS “ Iran yang dimediasi Oman disebut berjalan konstruktif, isu inti seperti pengayaan uranium dan tuntutan lain masih jadi titik keras yang bikin ketidakpastian nempel.

Di front lain, "bahan bakar" ketidakpastian juga datang dari Eropa “ Rusia. Uni Eropa mengusulkan paket sanksi baru yang untuk pertama kalinya menarget pelabuhan di negara ketiga (Georgia & Indonesia) yang menangani minyak Rusia. Kalau pengetatan ini bergerak dari dokumen ke eksekusi, pasar energi dan biaya logistik (kapal, asuransi, rute) bisa ikut terpengaruh dan ujungnya, emas kebagian aliran safe haven.

Sementara itu, Macron ikut meniup peluit: ia memperingatkan Eropa harus siap menghadapi "momen permusuhan" baru dari AS dan menyebut "momen Greenland" sebagai alarm agar EU mempercepat reformasi daya saing serta kemandirian strategis. Buat pasar, pesan seperti ini mempertebal narasi dunia makin fragmentasi yang historisnya cenderung mendukung aset lindung nilai seperti emas.

Jadi, meski emas hari ini turun tipis, konteksnya lebih ke profit taking + wait and see. Selama geopolitik masih panas (Hormuz) dan peta sanksi/konflik ekonomi makin melebar (Rusia “ EU, tensi EU “ AS), koreksi bisa cepat berubah jadi "dip-buying" terutama kalau data AS bikin dolar melemah atau pasar menilai Fed harus lebih dovish. (arl) [sma]

Source : Newsmaker.id

RELATED NEWS
Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat...
Wednesday, 11 February 2026 20:25 WIB

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...

Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !...
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...

Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

Emas Tertekan Saat Data Tenaga Kerja Lemah...
Thursday, 5 February 2026 23:02 WIB

Emas masih sulit bangkit pada Kamis (5/2) meski sinyal pelemahan dari data tenaga kerja AS mulai terlihat. Penyebab utamanya: dolar AS tetap menguat (atau minimal bertahan kuat), sehingga tekanan ke l...

Emas "Napas Lagi" Setelah Crash, Buyer Balik Masuk...
Wednesday, 4 February 2026 10:10 WIB

Emas masih mempertahankan penguatannya setelah sempat jatuh tajam dari rekor tertinggi. Setelah pembeli "buy the dip" masuk saat harga turun, tekanan jual mulai mereda dan pergerakan emas kembali lebi...

LATEST NEWS
Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhawatiran surplus di pasar. Pelaku pasar menilai...

Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelonggaran kebijakan. Investor kini bersikap lebih...

Hang Seng Tembus Tertinggi Sejak 30 Jan

Indeks Hang Seng memperpanjang reli untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Rabu (11/2). Indeks naik 0,3% atau 83,23 poin dan ditutup di 27.266,38, sekaligus menandai level penutupan tertinggi sejak 30 Januari....

POPULAR NEWS