
Harga minyak menguat tipis pada perdagangan Selasa (20/1) setelah data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan mendorong optimisme permintaan. Brent naik 19 sen (0,3%) menjadi $64,13/barel, sementara WTI Februari yang berakhir hari ini naik 25 sen (0,4%) menjadi $59,69/barel. Kontrak WTI Maret yang lebih aktif ikut naik tipis ke sekitar $59,42/barel. Penguatan ini didorong oleh kabar dari China sebagai importir minyak terbesar dunia. Ekonomi China dilaporkan tumbuh 5,0% sepanjang tahun 2025 dan memenuhi target pemerintah. Aktivitas kilang juga meningkat, dengan throughput kilang naik...
Emas menguat pada sesi Eropa pada jumat(10/10) seiring sentimen safe haven tetap terjaga dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed mendorong turunnya imbal hasil riil. Dolar AS yang cenderung stabil“melemah memberi ruang bagi kenaikan harga, sementara aliran pembelian dari bank sentral dan minat lindung nilai menjaga lantai permintaan. Kenaikan ini juga didukung pemulihan teknis setelah koreksi sebelumnya, dengan buyer kembali aktif di area support kunci. Ke depan, pasar menyoroti komentar pejabat The Fed dan rilis data inflasi/tenaga kerja (tergantung dampak penundaan data di AS),...
Tekanan harga Brent di level US$64/barel didorong oleh dua faktor utama: premi risiko Timur Tengah menyusut menyusul kemajuan gencatan senjata Gaza (pasar memperkirakan berkurangnya risiko gangguan pasokan), dan data stok AS meningkat lebih dari perkiraan, menandakan pasokan yang relatif longgar. Dari sisi kebijakan, OPEC+ hanya meningkatkan produksi secara marjinal, tidak cukup untuk mengimbangi kekhawatiran tentang surplus global”sehingga, harga tetap rapuh di level rendah. Lebih lanjut, gambaran keseluruhan masih agak bearish: EIA memproyeksikan peningkatan persediaan global dan harga...
Harga Brent kembali turun pada Jumat(10/10) seiring premi risiko Timur Tengah memudar setelah Israel“Hamas menyepakati tahap awal rencana gencatan senjata, menekan dorongan geopolitik yang sempat mengangkat harga. Sentimen damai mendorong pelaku pasar menilai ulang skenario gangguan pasokan dari kawasan tersebut. Tekanan tambahan datang dari sisi fundamental AS: persediaan crude naik +3,7 juta barel pekan lalu, menandakan suplai yang lebih longgar, meski stok masih sedikit di bawah rata-rata 5 tahun. Kenaikan berturut-turut pada inventori bersama meredupnya premi risiko membuat reli...
Perak baru-baru ini mencapai US$50/oz”bahkan sempat menyentuh kisaran US$51”didorong oleh euforia logam mulia setelah emas menembus US$4.000 dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed menekan imbal hasil riil/dolar. Momentum dari "mengikuti reli emas", aksi short covering, dan tekanan spekulatif di level psikologis US$50 berkontribusi pada reli intraday. Di balik lonjakan pesat ini, fundamental perak memang ketat: pasar diproyeksikan akan kembali defisit pada tahun 2025, sementara permintaan industri (terutama panel surya/elektronik) terus meningkat; musim festival India juga mendorong...
Harga emas bergerak di sekitar $3.980/oz pada Jumat dan masih mengarah ke kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut setelah cetak rekor di awal pekan. Daya dorong utamanya datang dari ketidakpastian ekonomi dan harapan The Fed akan memangkas suku bunga lagi. Presiden Fed New York John Williams bilang ia terbuka pada pemangkasan lanjutan, meski kenaikan inflasi bisa membuat keputusan jadi lebih rumit-sejalan dengan risalah FOMC yang melihat risiko pasar kerja kian besar, namun tetap waspada pada inflasi yang membandel. Di sisi lain, shutdown pemerintah AS yang masuk minggu kedua menunda...