
Harga minyak menguat tipis pada perdagangan Selasa (20/1) setelah data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan mendorong optimisme permintaan. Brent naik 19 sen (0,3%) menjadi $64,13/barel, sementara WTI Februari yang berakhir hari ini naik 25 sen (0,4%) menjadi $59,69/barel. Kontrak WTI Maret yang lebih aktif ikut naik tipis ke sekitar $59,42/barel. Penguatan ini didorong oleh kabar dari China sebagai importir minyak terbesar dunia. Ekonomi China dilaporkan tumbuh 5,0% sepanjang tahun 2025 dan memenuhi target pemerintah. Aktivitas kilang juga meningkat, dengan throughput kilang naik...
Harga emas kembali menguat di tengah meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga AS. Data ekonomi terbaru yang menunjukkan perlambatan aktivitas serta inflasi yang mulai terkendali semakin memperkuat spekulasi pasar bahwa The Fed akan melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat. Kondisi ini mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas, yang nilainya cenderung lebih stabil saat suku bunga turun. Selain faktor kebijakan moneter, ketidakpastian politik akibat penutupan pemerintah AS juga menjadi katalis tambahan bagi reli emas. Kekhawatiran atas arah fiskal, risiko...
Perak sempat tergelincir di bawah $47 per ons pada Jumat (3/10), namun masih berpotensi menorehkan kenaikan mingguan ke-7 beruntun. Dorongan utamanya datang dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang berlanjut serta ketidakpastian akibat penutupan pemerintah AS. Rangkaian data terbaru dari AS mempertebal spekulasi pelonggaran, dengan pasar nyaris menilai penuh pemotongan 25 bps bulan ini dan satu lagi pada Desember. Dari sisi kebijakan, penutupan pemerintah sejauh ini terlihat minim dampak langsung, tetapi menambah kekhawatiran atas arah fiskal, risiko inflasi, dan pelemahan pasar...
Emas mendekati $3.860/oz, bersiap cetak kenaikan mingguan ke-7. Shutdown AS bikin "blackout" data, pasar dan The Fed bertumpu pada rilis swasta rekrutmen melemah, PHK menurun. Uang pasar nyaris penuh mem-price in cut 25 bps akhir bulan dan peluang cut lagi di Desember.Dukungan struktural: belanja bank sentral & arus ETF.Tapi waspada tarik balik. Rally cepat overbought, profit-taking sudah muncul setelah rekor. Narasi dovish bertahan tren bullish lanjut; sebaliknya, dolar menguat atau nada Fed lebih hawkish emas rawan koreksi jangka pendek. Manfaatkan momentum, kunci risiko.(ads)Pada saat...
Goldman Sachs masih sangat optimis pada emas. Arus masuk ke ETF berbasis emas dan minat investor ritel belakangan ini jauh di atas perkiraan mereka, sehingga ada "peluang kenaikan" melewati target $4.000/oz (pertengahan 2026) dan $4.300/oz (akhir tahun depan). Bahkan, skenario emas mendekati $5.000/oz dinilai kian mungkin jika sebagian kecil dana dari surat berharga AS beralih ke emas. Dari sisi harga, emas sudah naik sekitar 12% sejak 29 Agustus dan berhasil keluar dari kisaran $3.200“$3.450. Kenaikan ini tidak hanya didorong spekulan; pembelian bank sentral dan ekspektasi pemangkasan...
Pagi ini sesi Asia, perak bergerak di sekitar $47/oz, tetap dekat puncak 14 tahun setelah menembus $47 di awal pekan. Dorongan utamanya datang dari permintaan safe-haven karena pemerintah AS resmi shutdown per 1 Oktober, yang memicu kehati-hatian pasar. Di saat bersamaan, dolar AS cenderung melemah dan imbal hasil Treasury sedikit mereda, sehingga biaya peluang memegang logam mulia ikut turun”kombinasi yang menguntungkan harga perak. Secara fundamental, pasar perak juga disokong oleh kesenjangan pasokan“permintaan (defisit) yang diproyeksikan berlanjut untuk tahun kelima berturut-turut...