
Harga minyak menguat tipis pada perdagangan Selasa (20/1) setelah data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan mendorong optimisme permintaan. Brent naik 19 sen (0,3%) menjadi $64,13/barel, sementara WTI Februari yang berakhir hari ini naik 25 sen (0,4%) menjadi $59,69/barel. Kontrak WTI Maret yang lebih aktif ikut naik tipis ke sekitar $59,42/barel. Penguatan ini didorong oleh kabar dari China sebagai importir minyak terbesar dunia. Ekonomi China dilaporkan tumbuh 5,0% sepanjang tahun 2025 dan memenuhi target pemerintah. Aktivitas kilang juga meningkat, dengan throughput kilang naik...
Harga emas turun ke sekitar $4.080 per ons pada Kamis(23/10), mencatat penurunan tiga hari berturut-turut setelah sempat menyentuh rekor tertinggi beberapa minggu terakhir. Penurunan ini dipicu oleh optimisme pasar soal kemungkinan kesepakatan perdagangan antara AS dan Tiongkok, serta pernyataan damai dari Presiden Trump terhadap Tiongkok, yang membuat investor beralih dari emas sebagai aset aman. Meski turun, harga emas tetap naik sekitar 55% sepanjang tahun ini, didukung harapan Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua kali lagi sebelum akhir tahun. Di sisi lain, ketegangan...
Harga perak turun tajam setelah anjlok lebih dari 7% dalam dua sesi terakhir, mengikuti pelemahan harga emas. Saat ini, perak bergerak melemah di tengah kekhawatiran pasar bahwa reli logam mulia sudah terlalu cepat. Investor juga mulai menimbang dampak ketegangan dagang AS“Tiongkok dan sanksi baru terhadap Rusia yang mengguncang pasar komoditas global.Namun, beberapa analis menilai tekanan ini bisa bersifat sementara. Permintaan industri terhadap perak”terutama untuk panel surya dan perangkat elektronik masih tinggi dan berpotensi menopang harga dalam jangka menengah. Jika dolar AS...
Potensi deal AS“India yang mengurangi impor Rusia bisa mengalihkan kebutuhan India ke grade alternatif (Timur Tengah/AS/Afrika) sehingga permintaan naik; laporan stok crude AS menurun plus rencana isi ulang SPR mengetatkan pasar; disiplin OPEC+ menjaga pasokan tetap ketat; dan risiko gangguan suplai (cuaca, geopolitik, logistik) menambah premi risiko. Tanda-tanda surplus global masih ada karena produksi non-OPEC (AS, Brasil, Guyana) tinggi; prospek permintaan belum solid di China/Eropa (bergantung PMI & industri); margin kilang yang fluktuatif menahan kenaikan run rate; dan dolar kuat...
Harga perak bertahan di bawah $49/oz setelah anjlok sekitar 7%-terdalam sejak 2011-hingga kini turun ±10% dari rekor minggu lalu. Penyebab utamanya sederhana: ambil untung besar-besaran setelah reli panjang sepanjang tahun, jadi penurunan cepatnya saling memicu. Di saat yang sama, selera risiko membaik karena tensi AS-Tiongkok agak reda dan ada harapan shutdown pemerintah AS segera usai. Pasar juga menunggu data inflasi AS Jumat sebagai panduan terakhir sebelum pemangkasan suku bunga The Fed yang sudah lama dinanti pekan depan. Ke depan, kunci arah perak ada di gerak Dolar AS, yield...
Emas tertekan di sesi Asia pada hari Rabu (22 Oktober 2025) karena dolar AS menguat dan imbal hasil riil Treasury tetap tinggi, meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset non-imbal hasil. Sentimen risiko juga meningkat menyusul meredanya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dan prospek berakhirnya penutupan AS minggu ini, yang mengikis permintaan aset safe haven. Di saat yang sama, pasar menyesuaikan kembali ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang lebih lambat setelah data AS yang relatif solid, kombinasi yang biasanya negatif untuk emas. Setelah reli ke rekor baru, aksi ambil untung...