
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih lebih "noise" dibanding sinyal surplus jangka pendek. Per 15:50 WIB, Brent berada di $69,60/barel (+0,29%) dan WTI di $64,83/barel (+0,31%). Kenaikan berlangsung moderat, tapi cukup untuk menjaga harga tetap dekat area psikologis $70 untuk Brent. Dari sisi geopolitik, fokus pasar tertuju pada potensi eskalasi di Timur Tengah. Laporan terbaru...
Emas mendekati $3.860/oz, bersiap cetak kenaikan mingguan ke-7. Shutdown AS bikin "blackout" data, pasar dan The Fed bertumpu pada rilis swasta rekrutmen melemah, PHK menurun. Uang pasar nyaris penuh mem-price in cut 25 bps akhir bulan dan peluang cut lagi di Desember.Dukungan struktural: belanja bank sentral & arus ETF.Tapi waspada tarik balik. Rally cepat overbought, profit-taking sudah muncul setelah rekor. Narasi dovish bertahan tren bullish lanjut; sebaliknya, dolar menguat atau nada Fed lebih hawkish emas rawan koreksi jangka pendek. Manfaatkan momentum, kunci risiko.(ads)Pada saat...
Goldman Sachs masih sangat optimis pada emas. Arus masuk ke ETF berbasis emas dan minat investor ritel belakangan ini jauh di atas perkiraan mereka, sehingga ada "peluang kenaikan" melewati target $4.000/oz (pertengahan 2026) dan $4.300/oz (akhir tahun depan). Bahkan, skenario emas mendekati $5.000/oz dinilai kian mungkin jika sebagian kecil dana dari surat berharga AS beralih ke emas. Dari sisi harga, emas sudah naik sekitar 12% sejak 29 Agustus dan berhasil keluar dari kisaran $3.200“$3.450. Kenaikan ini tidak hanya didorong spekulan; pembelian bank sentral dan ekspektasi pemangkasan...
Pagi ini sesi Asia, perak bergerak di sekitar $47/oz, tetap dekat puncak 14 tahun setelah menembus $47 di awal pekan. Dorongan utamanya datang dari permintaan safe-haven karena pemerintah AS resmi shutdown per 1 Oktober, yang memicu kehati-hatian pasar. Di saat bersamaan, dolar AS cenderung melemah dan imbal hasil Treasury sedikit mereda, sehingga biaya peluang memegang logam mulia ikut turun”kombinasi yang menguntungkan harga perak. Secara fundamental, pasar perak juga disokong oleh kesenjangan pasokan“permintaan (defisit) yang diproyeksikan berlanjut untuk tahun kelima berturut-turut...
Harga minyak mentah Brent naik ke kisaran $66,43 per barel pada perdagangan Rabu sore di sesi Eropa (1 Oktober). Kenaikan ini terjadi setelah dua hari berturut-turut mengalami penurunan, karena para pelaku pasar mulai mengantisipasi keputusan OPEC+ pada pertemuan akhir pekan ini. Ada spekulasi bahwa OPEC+ akan membahas kemungkinan percepatan peningkatan pasokan, meskipun belum ada keputusan resmi yang diumumkan. Sementara itu, sentimen pasar masih dibayangi oleh potensi penutupan pemerintah AS, yang dapat memperlambat aktivitas ekonomi dan menekan permintaan energi. Namun, penurunan tajam...
Harga emas melonjak ke level tertinggi baru di $3.875,53 per ons, memperpanjang reli selama empat hari berturut-turut. Lonjakan ini terjadi karena investor semakin khawatir soal kemungkinan shutdown pemerintah AS, yang bisa menunda rilis data penting seperti nonfarm payrolls dan memicu minat pada aset safe haven seperti emas. Sepanjang tahun ini, emas sudah naik lebih dari 47%, menuju kenaikan tahunan terbesar sejak 1979. Sentimen positif didorong oleh pembelian besar-besaran dari bank sentral global dan lonjakan permintaan di ETF berbasis emas, seiring ekspektasi bahwa The Fed akan...
Harga perak saat ini bergerak di kisaran $46per ons, naik tipis setelah sempat terkoreksi awal pekan ini. Kenaikan ini terjadi di tengah sentimen hati-hati pasar, yang masih mencermati risiko shutdown pemerintah AS dan arah suku bunga The Fed. Investor mulai kembali melirik perak sebagai alternatif aset aman, meski pergerakannya belum seagresif emas. Meski permintaan fisik masih stabil, pergerakan perak belakangan lebih dipengaruhi sentimen global dan arus masuk ke ETF logam mulia. Pasar juga menanti data tenaga kerja AS akhir pekan ini yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga, dan otomatis...
Emas Turun pada Selasa (30/9) tertekan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury yang meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil. Setelah reli menuju rekor baru di atas $3.800, pasar juga dibayangi profit-taking, membuat momentum beli mereda. Di sisi kebijakan, pasar kembali menilai kembali timing pemangkasan suku bunga The Fed, sehingga minat risiko terhadap aset berisiko sementara mengurangi aliran ke aset lindung nilai. Ke depan, fokus tertuju pada sinyal The Fed dan rilis data AS yang bisa mengubah ekspektasi pemangkasan suku bunga. Meredanya kekhawatiran...
Emas Cetak Rekor Baru di Tengah Ancaman Penutupan Pemerintah AS Emas kembali mencetak rekor tertinggi $3.854 per ons, didorong kekhawatiran atas potensi penutupan pemerintah AS yang mendorong investor mencari aset safe haven. Sepanjang tahun ini, harga emas sudah naik 46%, menandai laju tahunan terbaik sejak 1979. Sementara itu, Treasury mempertahankan penguatannya setelah reli sebelumnya, dan dolar AS sedikit menguat pasca keputusan Presiden Donald Trump mengenakan tarif 10% pada impor kayu. Di Asia, saham bergerak naik 0,2%, menandai bulan keenam berturut-turut dalam tren positif, dengan...
Emas menguat di awal perdagangan Asia. Terdapat tren kenaikan komoditas yang luas, didorong oleh ketidakpastian makro, pelemahan dolar, dan permintaan yang terus berlanjut untuk aset "keras", ujar...
Harga minyak terus menurun setelah OPEC+ menyetujui peningkatan produksi yang lebih besar dari perkiraan bulan depan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan, sementara tarif AS...
Yen Jepang (JPY) melemah terhadap mata uang AS dan membalikkan sebagian pemulihan hari Jumat dari level terendah sejak 23 Juli menyusul pernyataan Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda. Ueda tidak...