
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih lebih "noise" dibanding sinyal surplus jangka pendek. Per 15:50 WIB, Brent berada di $69,60/barel (+0,29%) dan WTI di $64,83/barel (+0,31%). Kenaikan berlangsung moderat, tapi cukup untuk menjaga harga tetap dekat area psikologis $70 untuk Brent. Dari sisi geopolitik, fokus pasar tertuju pada potensi eskalasi di Timur Tengah. Laporan terbaru...
Harga emas sempat turun tipis pada hari Selasa(21/10), namun tetap berada dekat level tertingginya. Kebutuhan investor akan aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi membuat emas tetap diminati. Ketidakpastian ini muncul karena penutupan pemerintahan AS yang masih berlangsung, walaupun ada harapan akan segera berakhir dalam waktu dekat. Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan antara pejabat tinggi AS dan Tiongkok di Malaysia, yang menjadi langkah awal sebelum pembicaraan antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping. Di tengah situasi ini, investor menantikan laporan...
Harga perak stabil di sekitar $52 per ons. Minat beli kembali muncul setelah koreksi, didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga dan imbal hasil yang lebih rendah. Dolar yang tidak terlalu kuat ikut menjaga sentimen, sementara peran perak ganda sebagai aset melindungi nilai dan bahan baku industri tetap menarik.Selanjutnya, pasar menunggu rilis inflasi Amerika Serikat, sinyal bank sentral, dan kabar perundingan perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok. Selama narasi pelonggaran kebijakan bertahan dan permintaan industri solid, Risiko muncul jika dolar kembali menguat atau pasokan fisik...
Perak turun ke sekitar $51,7 per ons pada Senin(20/10), memperpanjang penurunan dari sesi sebelumnya setelah sempat mencetak rekor tertinggi pekan lalu. Penurunan ini dipicu aksi ambil untung investor serta membaiknya sentimen risiko global, menyusul meredanya ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok yang mengurangi daya tarik aset safe haven seperti perak. Investor kini mengalihkan fokus ke data inflasi AS yang akan dirilis minggu ini, setelah sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan. Sementara itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed turut menambah tekanan pada harga...
Harga emas berayun antara untung dan rugi di awal pekan ini setelah sempat mengalami penurunan tajam pada hari Jumat lalu. Saat pasar Asia dibuka Senin pagi, harga emas batangan bergerak tak jauh dari level sebelumnya, melanjutkan volatilitas yang tinggi. Penurunan 1,7% di akhir pekan lalu adalah yang terburuk sejak Mei, dipicu oleh aksi jual besar-besaran di seluruh logam mulia. Perak juga sempat turun 1,2% sebelum memangkas kerugiannya, menyusul penurunan besar 4,3% pada sesi sebelumnya. Volatilitas ini muncul di tengah meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok, yang ikut...
Emas naik ke kisaran $4.340/oz pada Jumat(17/10), mendekati rekor yang dicetak awal pekan dan bersiap menutup pekan dengan kenaikan tajam-terkuat dalam reli sembilan minggu. Arus "cari aman" masih deras di tengah ketidakpastian ekonomi, tensi dagang AS-Tiongkok, dan kekhawatiran shutdown AS. Beijing menuding Washington memicu "kepanikan" soal kontrol mineral tanah jarang, sementara pejabat AS memperingatkan risikonya bagi rantai pasok global-semua ini memperkuat minat pada logam mulia. Dari sisi kebijakan, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tetap jadi bensin reli. Komentar terbaru...
Perak diperdagangkan pada harga $53.806/oz di Asia, mendekati rekor tertinggi terbarunya. Arus masuk aset safe haven tetap kuat karena ketegangan AS-Tiongkok dan ketidakpastian ekonomi makro, sementara spekulasi penurunan suku bunga The Fed menekan imbal hasil dan dolar AS”kombinasi yang biasanya mendukung logam mulia. Di sisi fisik, permintaan musiman dari Asia membantu menjaga penawaran tetap terkendali, menjaga keuntungan tetap stabil meskipun volatil. Harga perak pada saat analisis ini dirilis adalah $52.806.Pernyataan:Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap...
Harga minyak naik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan India akan berhenti membeli minyak dari Rusia. Langkah ini diperkirakan akan memperketat pasokan global, mendorong Brent tembus $62 dan WTI mendekati $59 per barel.Meski belum ada konfirmasi resmi dari India, pasar langsung bereaksi. Ditambah lagi, stok minyak AS melonjak 7,4 juta barel, tapi sentimen geopolitik masih jadi penggerak utama kenaikan harga saat ini.(asd) Harga minyak Brent saat artikel ini ditulis adalah $62.19 Disclaimer:Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Pertimbangkan...
Pada Rabu, 15/10, harga perak spot berada di sekitar $51,928/oz, mereda dari lonjakan rekor kemarin yang sempat menembus $53+ di London. Reli ekstrem dipicu kelangkaan logam fisik di London-mendorong premi spot atas futures New York-namun selisih itu mulai menyempit seiring tanda-tanda "squeeze" mereda, meski kondisi pasokan tetap ketat dan biaya pinjam (lease rate) masih jauh di atas normal. Ke depan, sentimen perak akan ditentukan oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed-yang menguntungkan logam mulia-serta risiko kebijakan dari penyelidikan Section 232 AS atas mineral krusial yang...
Emas menguat di awal perdagangan Asia. Terdapat tren kenaikan komoditas yang luas, didorong oleh ketidakpastian makro, pelemahan dolar, dan permintaan yang terus berlanjut untuk aset "keras", ujar...
Harga minyak terus menurun setelah OPEC+ menyetujui peningkatan produksi yang lebih besar dari perkiraan bulan depan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan, sementara tarif AS...
Yen Jepang (JPY) melemah terhadap mata uang AS dan membalikkan sebagian pemulihan hari Jumat dari level terendah sejak 23 Juli menyusul pernyataan Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda. Ueda tidak...