
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih lebih "noise" dibanding sinyal surplus jangka pendek. Per 15:50 WIB, Brent berada di $69,60/barel (+0,29%) dan WTI di $64,83/barel (+0,31%). Kenaikan berlangsung moderat, tapi cukup untuk menjaga harga tetap dekat area psikologis $70 untuk Brent. Dari sisi geopolitik, fokus pasar tertuju pada potensi eskalasi di Timur Tengah. Laporan terbaru...
Harga emas bergerak hati-hati di awal sesi Asia; spot gold sekitar $3.944 ribu/oz saat berita ini disusun. Tekanan datang dari komentar Jerome Powell yang menegaskan pemangkasan suku bunga Desember bukan kepastian, membuat pelaku pasar mengurangi taruhan pelonggaran lanjutan. Pernyataan itu ikut mendorong dolar dan imbal hasil Treasury menguat, sehingga menekan minat pada emas yang tidak memberi kupon. Di sisi lain, keputusan The Fed memangkas suku bunga 25 bps dan mengakhiri penyusutan neraca per 1 Desember tetap menambah likuiditas dan menurunkan suku bunga riil jangka pendek”kombinasi...
Brent oil lagi turun pada rabu(29/10) karena pasar pantau pasokan masih terlalu banyak dibanding permintaan. Investor mulai ragu bahwa sanksi baru AS dan Eropa ke perusahaan minyak besar Rusia bener-bener bisa nge-cut suplai, karena Rusia biasanya masih bisa nyalur ulang ekspor ke negara lain. Di saat yang sama, OPEC+ lagi ngomongin rencana naikin produksi lagi setelah beberapa bulan terakhir mulai buka keran pelan-pelan. Jadi market baca sinyalnya simpel: suplai bisa tambah, risiko gangguan pasokan mungkin nggak separah yang ditakutkan, dan permintaan global belum kenceng. Hasilnya, Brent...
Harga perak masih kesulitan naik stabil karena sentimen pasar global lagi "risk-on". Harapan damai dagang AS-Tiongkok bikin investor lebih berani masuk saham dan aset berisiko, bukan lari ke aset lindung nilai seperti emas dan perak. Selain itu, pasar juga lagi nunggu keputusan The Fed. Kalau The Fed masih kedengarannya hati-hati setelah memangkas bunga, imbal hasil obligasi bisa tetap tinggi dan itu bikin perak kurang menarik untuk jangka pendek. Kondisi ini bikin perak gampang kebawa turun kalau ada profit taking. Tapi dari sisi fundamental besar, perak masih punya cerita kuat. Permintaan...
Harga emas saat ini bertahan di area sekitar $3.9K“$4K per ons, jauh di bawah rekor di atas $4.3K per ons yang dicapai pekan lalu. Setelah tiga hari penjualan besar-besaran, harga mulai stabil tetapi belum pulih penuh karena banyak investor sudah mengambil profit dari reli ekstrem sebelumnya. Emas masih naik sekitar 50% tahun ini, didukung beli besar-besaran dari bank sentral dan kekhawatiran soal nilai mata uang, namun momentumnya kembali melemah.Secara fundamental, emas lagi ketahan karena dua hal: pertama, pasar semakin optimis soal potensi kesepakatan dagang AS“China, jadi kebutuhan...
Brent terus melemah pada Selasa(28/10) karena dua tekanan utama jalan bareng: suplai global kelihatan longgar sementara risiko geopolitik agak reda. Dari sisi suplai, pasar lagi khawatir bakal terjadi surplus besar karena produksi tinggi dari produsen utama dan sinyal bahwa OPEC+ siap melonggarkan pemangkasan output, jadi pasar takut stok bakal numpuk dalam beberapa bulan ke depan. Di sisi risiko, tensi Timur Tengah mulai turun setelah ada progress menuju gencatan senjata, jadi "premi ketakutan" yang biasanya ngejaga harga minyak tetap tinggi ikut hilang. Kombinasi oversupply + ketenangan...
Emas masih lemah pada Selasa, 28 Oktober 2025 dan bergerak di bawah $4.000 per ons, sekitar $3.970-$4.020, setelah turun ke level terendah hampir tiga minggu. Tekanan jual datang karena pasar makin optimis soal potensi kesepakatan dagang AS-Tiongkok yang akan dibahas langsung Trump dan Xi, jadi minat ke aset aman seperti emas turun dan investor pindah ke aset berisiko. Secara teknikal, kegagalan emas bertahan di atas $4.000 juga memicu profit taking. Tapi ini belum berarti tren emas selesai. Pasar hampir yakin The Fed akan memangkas suku bunga lagi 25 bps, yang bisa melemahkan dolar AS dan...
Perak masih lemah pada Selasa, 28 Oktober 2025, setelah jatuh ke kisaran $46-$48 per ons. Tekanan jual datang karena pasar global lagi risk-on: sentimen damai dagang AS“Tiongkok bikin investor kurang cari aset aman seperti perak dan lebih banyak masuk saham dan aset berisiko. Profit taking setelah lonjakan harga sebelumnya juga bikin perak susah naik cepat. Meski begitu, secara fundamental perak belum sepenuhnya bearish. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed masih jadi penopang karena suku bunga lebih rendah biasanya bagus buat logam mulia. Ditambah lagi, perak punya permintaan...
Perak turun ke sekitar $48 per ons, melanjutkan koreksi setelah jatuh lebih dari 6% minggu lalu. Sentimen "safe haven" melemah karena pasar makin yakin hubungan dagang AS-Tiongkok akan reda jelang pertemuan Trump-Xi. AS bilang tarif 100% hampir pasti batal, dan Tiongkok siap tahan ekspor rare earth satu tahun. Jadi tensi global turun, minat lindung nilai juga turun. Di saat yang sama, The Fed diperkirakan bakal memangkas suku bunga minggu ini setelah data inflasi AS melunak. Biasanya suku bunga turun itu bagus buat logam mulia seperti perak karena perak nggak kasih bunga. Jadi situasinya...
Emas menguat di awal perdagangan Asia. Terdapat tren kenaikan komoditas yang luas, didorong oleh ketidakpastian makro, pelemahan dolar, dan permintaan yang terus berlanjut untuk aset "keras", ujar...
Harga minyak terus menurun setelah OPEC+ menyetujui peningkatan produksi yang lebih besar dari perkiraan bulan depan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan, sementara tarif AS...
Yen Jepang (JPY) melemah terhadap mata uang AS dan membalikkan sebagian pemulihan hari Jumat dari level terendah sejak 23 Juli menyusul pernyataan Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda. Ueda tidak...