
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih lebih "noise" dibanding sinyal surplus jangka pendek. Per 15:50 WIB, Brent berada di $69,60/barel (+0,29%) dan WTI di $64,83/barel (+0,31%). Kenaikan berlangsung moderat, tapi cukup untuk menjaga harga tetap dekat area psikologis $70 untuk Brent. Dari sisi geopolitik, fokus pasar tertuju pada potensi eskalasi di Timur Tengah. Laporan terbaru...
Gold is under pressure again as global markets enter risk-on mode. Signals of peace on the US-China trade front have reduced investors' need for safe haven assets, leading to a correction in gold prices after a major rally. However, this is more of a relief trade deal than a complete bearish one, as gold's annual price remains high, and government debt, currency weakness, and central bank purchases remain key drivers. Going forward, the key focus will be on the Fed's interest rate. If the Fed cuts interest rates, this would be bullish for gold, as holding gold becomes cheaper than holding...
Perak turun pada Jumat, 24 Oktober 2025. Harga spot bergerak di kisaran 48-49 dolar per troy ounce, melemah tipis dari hari sebelumnya setelah gejolak besar awal pekan ini-bahkan sempat anjlok tajam usai menyentuh rekor baru di atas 54 dolar. Tekanannya datang dari aksi ambil untung dan kehati-hatian menjelang rilis inflasi AS malam ini, sehingga pembeli cenderung menunggu. Sejumlah media juga mencatat harga perak sempat memantul, tapi volatilitas tetap tinggi setelah koreksi tajam di pertengahan minggu. Harga perak pada saat analisis ini dirilis adalah $48.561 Disclaimer: Artikel ini...
Emas sesi Asia Jumat (24/10), cenderung mendatar di kisaran $4.130/oz setelah sempat terkoreksi tajam kemarin (spot sempat turun mendekati $4.090 lalu stabil lagi). Volatilitas masih tinggi, jadi pasar fokus pada rentang intraday tersebut. Fundamental utamanya: pasar menunggu FOMC 28“29 Okt (banyak yang mengantisipasi pemangkasan suku bunga) dan rilis inflasi CPI pada 24/10 keduanya bisa menggerakkan dolar/yield dan arah emas. Di sisi pendukung tren besar, permintaan emas dari bank sentral masih kuat tahun ini.Harga Emas pada saat analisis ini dirilis berada pada level...
Harga emas turun ke sekitar $4.080 per ons pada Kamis(23/10), mencatat penurunan tiga hari berturut-turut setelah sempat menyentuh rekor tertinggi beberapa minggu terakhir. Penurunan ini dipicu oleh optimisme pasar soal kemungkinan kesepakatan perdagangan antara AS dan Tiongkok, serta pernyataan damai dari Presiden Trump terhadap Tiongkok, yang membuat investor beralih dari emas sebagai aset aman. Meski turun, harga emas tetap naik sekitar 55% sepanjang tahun ini, didukung harapan Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua kali lagi sebelum akhir tahun. Di sisi lain, ketegangan...
Harga perak turun tajam setelah anjlok lebih dari 7% dalam dua sesi terakhir, mengikuti pelemahan harga emas. Saat ini, perak bergerak melemah di tengah kekhawatiran pasar bahwa reli logam mulia sudah terlalu cepat. Investor juga mulai menimbang dampak ketegangan dagang AS“Tiongkok dan sanksi baru terhadap Rusia yang mengguncang pasar komoditas global.Namun, beberapa analis menilai tekanan ini bisa bersifat sementara. Permintaan industri terhadap perak”terutama untuk panel surya dan perangkat elektronik masih tinggi dan berpotensi menopang harga dalam jangka menengah. Jika dolar AS...
Potensi deal AS“India yang mengurangi impor Rusia bisa mengalihkan kebutuhan India ke grade alternatif (Timur Tengah/AS/Afrika) sehingga permintaan naik; laporan stok crude AS menurun plus rencana isi ulang SPR mengetatkan pasar; disiplin OPEC+ menjaga pasokan tetap ketat; dan risiko gangguan suplai (cuaca, geopolitik, logistik) menambah premi risiko. Tanda-tanda surplus global masih ada karena produksi non-OPEC (AS, Brasil, Guyana) tinggi; prospek permintaan belum solid di China/Eropa (bergantung PMI & industri); margin kilang yang fluktuatif menahan kenaikan run rate; dan dolar kuat...
Harga perak bertahan di bawah $49/oz setelah anjlok sekitar 7%-terdalam sejak 2011-hingga kini turun ±10% dari rekor minggu lalu. Penyebab utamanya sederhana: ambil untung besar-besaran setelah reli panjang sepanjang tahun, jadi penurunan cepatnya saling memicu. Di saat yang sama, selera risiko membaik karena tensi AS-Tiongkok agak reda dan ada harapan shutdown pemerintah AS segera usai. Pasar juga menunggu data inflasi AS Jumat sebagai panduan terakhir sebelum pemangkasan suku bunga The Fed yang sudah lama dinanti pekan depan. Ke depan, kunci arah perak ada di gerak Dolar AS, yield...
Emas tertekan di sesi Asia pada hari Rabu (22 Oktober 2025) karena dolar AS menguat dan imbal hasil riil Treasury tetap tinggi, meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset non-imbal hasil. Sentimen risiko juga meningkat menyusul meredanya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dan prospek berakhirnya penutupan AS minggu ini, yang mengikis permintaan aset safe haven. Di saat yang sama, pasar menyesuaikan kembali ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang lebih lambat setelah data AS yang relatif solid, kombinasi yang biasanya negatif untuk emas. Setelah reli ke rekor baru, aksi ambil untung...
Emas menguat di awal perdagangan Asia. Terdapat tren kenaikan komoditas yang luas, didorong oleh ketidakpastian makro, pelemahan dolar, dan permintaan yang terus berlanjut untuk aset "keras", ujar...
Harga minyak terus menurun setelah OPEC+ menyetujui peningkatan produksi yang lebih besar dari perkiraan bulan depan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan, sementara tarif AS...
Yen Jepang (JPY) melemah terhadap mata uang AS dan membalikkan sebagian pemulihan hari Jumat dari level terendah sejak 23 Juli menyusul pernyataan Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda. Ueda tidak...