
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih lebih "noise" dibanding sinyal surplus jangka pendek. Per 15:50 WIB, Brent berada di $69,60/barel (+0,29%) dan WTI di $64,83/barel (+0,31%). Kenaikan berlangsung moderat, tapi cukup untuk menjaga harga tetap dekat area psikologis $70 untuk Brent. Dari sisi geopolitik, fokus pasar tertuju pada potensi eskalasi di Timur Tengah. Laporan terbaru...
Brent di sekitar $69.04 pada sesi Eropa cenderung menahan kenaikan karena sinyal permintaan masuk musim sepi (pasca puncak musim perjalanan), sementara data stok AS yang turun masih jadi penopang di bawah. Di sisi pasokan, pasar menimbang kabar ekspor pipa Kurdistan bisa kembali, yang berpotensi menambah suplai, berbarengan dengan output OPEC+ yang cenderung naik ke Q4. Campuran faktor ini bikin reli kemarin terasa lebih didorong sentimen ketimbang perubahan fundamental yang kuat. Di saat yang sama, risiko geopolitik tetap "hidup"”serangan Ukraina ke infrastruktur energi Rusia dan...
Emas turun ke sekitar $3.730/oz pada Kamis(25/9), melanjutkan koreksi dari rekor tertinggi seiring pasar menimbang prospek suku bunga The Fed. Jerome Powell bernada hati-hati di tengah inflasi yang masih bandel dan pasar tenaga kerja yang mendingin, sementara para pejabat Fed terbelah antara dua pemotongan tambahan tahun ini, pendekatan lebih terukur, hingga opsi pelonggaran yang lebih agresif. Lonjakan tak terduga penjualan rumah baru AS pada Agustus-tercepat sejak awal 2022-ikut mempersulit ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Meski melemah, daya tarik emas sebagai aset lindung...
Emas sempat melemah ke kisaran $3.750 per ons pada Rabu, namun tetap dekat rekor baru seiring pasar mencerna komentar The Fed. Jerome Powell bernada hati-hati-menekankan keseimbangan antara inflasi yang masih membandel dan pasar tenaga kerja yang melemah-sementara Michelle Bowman membuka peluang pelonggaran lebih cepat jika kondisi pekerjaan terus memburuk. Arah berikutnya menunggu rilis PCE Agustus dan pidato pejabat The Fed lainnya. Sentimen emas turut disokong ketegangan geopolitik setelah pelanggaran Rusia di wilayah udara Estonia yang memicu respons NATO, serta arus masuk ETF emas yang...
Harga perak dibuka di 43.958 pada awal sesi Asia, bertahan dekat level tertingginya dalam lebih dari 14 tahun. Sentimen pasar masih positif setelah The Fed memangkas suku bunga pekan lalu, yang membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas dan perak semakin diminati. Dukungan tambahan datang dari permintaan industri, terutama sektor energi terbarukan dan panel surya di Tiongkok, yang terus menjaga kebutuhan perak tetap tinggi. Selain itu, ketegangan geopolitik Rusia NATO ikut memperkuat minat investor pada aset safe haven. Aliran dana ke ETF berbasis logam mulia juga meningkat tajam,...
Harga emas bergerak stabil di tengah sentimen global yang masih dipengaruhi oleh arah kebijakan Federal Reserve. Harapan pemangkasan suku bunga AS menjadi pendorong utama, dengan investor terus memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi. Harga Emas pada saat Analisa ini di rilis berada pada level $ 3.378 Sumber: Newsmaker.id
Harga perak terus menunjukkan ketahanan dengan bertahan di dekat level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Logam mulia ini mendapat dukungan dari kombinasi faktor fundamental, mulai dari ekspektasi pemangkasan suku bunga AS oleh Federal Reserve hingga meningkatnya permintaan industri. Harga Perak pada saat Analisa ini di rilis berada pada level $ 44.043 Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak turun untuk hari kelima berturut-turut, penurunan terpanjang sejak awal Agustus. Tekanan muncul karena sinyal bahwa pasokan global akan meningkat dan berpotensi menciptakan surplus pada kuartal keempat hingga tahun 2026. Brent kini mendekati $66 per barel, sementara WTI bergerak di sekitar $62. Salah satu faktor penekan harga datang dari Irak, yang diperkirakan akan segera melanjutkan ekspor minyak melalui Kurdistan setelah tertunda dua tahun akibat sengketa pembayaran. Langkah ini berpotensi menambah sekitar 230.000 barel per hari ke pasar internasional, memperkuat sentimen...
Emas naik karena ekspektasi pasar bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga setelah data ekonomi AS melemah dan inflasi inti masih di atas target. Kondisi ini menekan dolar dan mendorong investor mencari aset aman seperti emas. Selain itu, permintaan dari bank sentral dan investor institusi tetap kuat, sementara ketidakpastian geopolitik menjaga minat beli. Secara teknikal, momentum bullish emas masih terjaga meski sempat koreksi tipis.(ads)Pada saat penulisan, Harga Emas berada pada level $3.753Pernyataan:Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Pertimbangkan...
Emas menguat di awal perdagangan Asia. Terdapat tren kenaikan komoditas yang luas, didorong oleh ketidakpastian makro, pelemahan dolar, dan permintaan yang terus berlanjut untuk aset "keras", ujar...
Harga minyak terus menurun setelah OPEC+ menyetujui peningkatan produksi yang lebih besar dari perkiraan bulan depan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan, sementara tarif AS...
Yen Jepang (JPY) melemah terhadap mata uang AS dan membalikkan sebagian pemulihan hari Jumat dari level terendah sejak 23 Juli menyusul pernyataan Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda. Ueda tidak...