
Harga minyak menguat tipis pada perdagangan Selasa (20/1) setelah data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan mendorong optimisme permintaan. Brent naik 19 sen (0,3%) menjadi $64,13/barel, sementara WTI Februari yang berakhir hari ini naik 25 sen (0,4%) menjadi $59,69/barel. Kontrak WTI Maret yang lebih aktif ikut naik tipis ke sekitar $59,42/barel. Penguatan ini didorong oleh kabar dari China sebagai importir minyak terbesar dunia. Ekonomi China dilaporkan tumbuh 5,0% sepanjang tahun 2025 dan memenuhi target pemerintah. Aktivitas kilang juga meningkat, dengan throughput kilang naik...
Harga emas berpotensi mendapat dukungan pada pagi ini menyusul berita pencopotan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook oleh Presiden AS Donald Trump. Aksi ini menimbulkan ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter The Fed, karena langkah Trump dianggap upaya memperluas pengaruhnya atas bank sentral. Ketidakpastian politik dan risiko intervensi terhadap independensi The Fed biasanya mendorong investor mencari aset aman, termasuk emas, sehingga dapat menahan penurunan harga atau bahkan mendorong kenaikan di awal perdagangan. Selain itu, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed...
Harga perak (XAG/USD) melemah pada perdagangan Senin (25/8), bergerak di sekitar $38,749 per troy ons setelah reli tiga hari sebelumnya. Pelemahan ini sejalan dengan penguatan tipis dolar AS, yang membuat logam mulia berdenominasi USD menjadi kurang menarik bagi investor luar negeri. Meskipun demikian, ekspektasi kuat terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve bulan depan tetap memberikan dukungan fundamental, mengingat perak bersama emas cenderung menguat dalam kondisi suku bunga rendah. Dari sisi permintaan, fundamental industri juga menopang harga perak, terutama karena meningkatnya...
Harga emas stabil di sesi Asia pada hari Senin (25 Agustus), terdorong penguatan Dolar AS, namun sinyal dovish Powell di Jackson Hole menjaga risiko penurunan tetap terbatas. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September menurunkan biaya peluang memegang emas, meski Powell mengingatkan tekanan inflasi masih condong naik dan pasar tenaga kerja mulai melemah. Di sisi lain, tensi Rusia“Ukraina menambah bid lindung nilai bagi emas. Ke depan, arah XAU/USD kemungkinan ditentukan oleh dinamika Dolar AS dan data inflasi/tenaga kerja AS: USD kuat dan imbal hasil naik membatasi upside,...
Bias tetap positif setelah Powell mengisyaratkan pemangkasan The Fed pada September, sehingga peluang cut melonjak ~80“90%. Dolar dan yield yang lebih lunak menjadi tailwind untuk perak; katalis jangka dekat: rilis PCE & payrolls AS yang akan membentuk ekspektasi kebijakan. Secara fundamental menengah, pasar perak 2025 diproyeksikan defisit untuk tahun ke-5 beruntun, ditopang permintaan industri (terutama PV/solar) yang tinggi”penopang harga di balik volatilitas harian. Risiko koreksi: rebound USD atau data inflasi AS yang "lebih panas" yang bisa memangkas probabilitas pemangkasan suku...
Harga emas turun pada Jumat(22/8), didorong oleh penguatan dolar AS yang membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli asing. Sementara itu, investor menantikan pidato Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, pada simposium Jackson Hole sebagai penentu arah kebijakan moneter selanjutnya. CME FedWatch mencatat sekitar 75% probabilitas pemangkasan suku bunga pada pertemuan Fed berikutnya, dukungan penting bagi aset non-yielding seperti emas. Sumber: Newsmaker.id