
Dolar Australia (AUD) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan AUD didorong oleh rilis Notulen Pertemuan RBA (Bank Sentral Australia) yang menunjukkan keraguan yang semakin besar bahwa kebijakan moneter Australia tetap cukup ketat. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Australia (RBA) akan menaikkan suku bunga pada Februari 2026.
Inflasi Australia tercatat naik menjadi 3,8% pada Oktober 2025, sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,6%, dan tetap di atas target RBA yang berada di kisaran 2-3%. Kenaikan ini memperkuat perkiraan pasar bahwa RBA akan melakukan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut, dengan banyak analis memperkirakan suku bunga akan naik menjadi 3,85% pada pertemuan pertama RBA di tahun 2026.
Sementara itu, Dolar AS melemah karena ekspektasi pasar semakin meningkat bahwa Federal Reserve akan melakukan dua pemotongan suku bunga pada 2026. Hal ini semakin diperkuat oleh seruan Presiden Donald Trump untuk menurunkan biaya pinjaman, yang semakin menambah tekanan pada Dolar AS.
Pergerakan AUD/USD menunjukkan bahwa pasar semakin memperhitungkan kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi di Australia, sementara pasar AS menghadapi kemungkinan penurunan suku bunga yang akan memengaruhi daya tarik Dolar AS. Kenaikan AUD ini menunjukkan bahwa investor melihat Australia sebagai tujuan yang lebih menguntungkan dalam konteks kebijakan moneter global.
Dengan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh RBA yang semakin kuat, Dolar Australia diperkirakan akan terus mendapatkan dukungan dalam jangka pendek. Sementara itu, fokus pasar akan tetap pada kebijakan Fed dan Trump yang terus memberi tekanan pada kebijakan moneter AS.(asd)
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS Greenland. Kombina...
Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik di awal tahun yang relatif tenang. Dolar Australia menguat hampir 0,5% terhadap Dolar AS dalam grafik harian sejauh ini, didorong oleh sen...
Pasangan mata uang AUD/USD saat ini masuk fase konsolidasi bullish, alias istirahat sejenak dalam tren naik, dan bergerak di sekitar area 0,6600 pada sesi Asia hari Jumat(5/12). Level ini berada tepat...
Dolar Australia (AUD) bergerak naik dan mencapai level tertinggi tiga minggu terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Asia hari Rabu. Kenaikan ini terjadi meski data ekonomi Australia kurang memuaskan.Badan ...
Dolar Australia menguat ke kisaran US$0,65 pada Rabu(26/11), menyentuh level tertinggi dalam satu minggu. Penguatan ini terjadi setelah data inflasi keluar lebih tinggi dari perkiraan, sehingga pasar ...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, dan dolar yang mulai melemah. Pemicu utamanya...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fears of imminent supply disruptions. Brent fell...
Saham Hong Kong langsung tancap gas pada Senin pagi. Indeks Hang Seng naik 488 poin atau sekitar 1,8% ke level 27.051, memantul setelah sempat melemah di sesi sebelumnya. Sentimen ikut ketarik dari Wall Street. Reli pada Jumat bikin Dow Jones...