Friday, 23 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
AUD Tetap Tangguh China Ngebut, Dolar AS Loyo
Monday, 19 January 2026 11:38 WIB | AUD/USD |

Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS Greenland. Kombinasi ini membuat pasangan AUD/USD cenderung stabil dan sulit turun dalam.

Penguat dari Australia datang dari TD-MI Inflation Gauge yang naik menjadi 3,5% YoY pada bulan Desember, dari 3,2% sebelumnya. Secara bulanan, inflasi melonjak 1,0% MoM yang disebut jadi laju tercepat sejak Desember 2023. Data ini membuat pasar berpikir tekanan harga di Australia belum benar-benar "jinak".

Dari sisi eksternal, AUD juga dibantu oleh kabar dari China. PDB Tiongkok Q4 2025 naik 1,2% QoQ, lebih cepat dari Q3 (1,1%) dan di atas perkiraan pasar (1,0%). Secara tahunan, perekonomian Tiongkok tumbuh 4,5% YoY, memang lebih lambat dari 4,8% di Q3, namun masih sedikit lebih baik dari ekspektasi.

Namun data China tidak semuanya mulus. Penjualan ritel bulan Desember hanya naik 0,9% YoY, di bawah perkiraan 1,2% dan melambat dari 1,3% bulan sebelumnya ini menandakan konsumsi belum pulih dengan kuat. Sebaliknya, produksi industri justru naik 5,2% YoY, mengalahkan perkiraan 5,0% dan meningkat dari 4,8%. Buat AUD, China penting banget karena Australia sangat bergantung pada perdagangan komoditas dengan China.

Sementara itu dolar AS melemah. Indeks DXY berada di sekitar 99,20, dengan pasar AS juga lebih sepi karena libur Martin Luther King Jr. Day. Sentimen risk-off menguat karena semakin dekatnya isu Greenland, setelah Trump menyebut tarif 10% ke delapan negara Eropa mulai 1 Februari (selama AS belum "diizinkan" membeli Greenland). Ketika pasar tegang, investor cenderung defensif dan dolar bisa tertekan.

Dari sisi kebijakan, data tenaga kerja AS yang kuat membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed mundur, sementara inflasi inti mulai membaik. Di Australia, RBA mengakui inflasi sudah turun jauh dari puncak 2022, namun masih di atas target 2“3% dan ada sinyal tekanan naik lagi. Pasar suku bunga bahkan masih membaca peluang kenaikan kecil, terlihat dari kontrak berjangka yang menandakan probabilitas sekitar 22% untuk kenaikan ke 3,85% pada pertemuan berikutnya. (asd) [sma]

Sumber : Newsmaker.id

RELATED NEWS
AUD/USD melonjak karena pengetatan kebijakan moneter oleh RBA...
Friday, 2 January 2026 16:24 WIB

Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik di awal tahun yang relatif tenang. Dolar Australia menguat hampir 0,5% terhadap Dolar AS dalam grafik harian sejauh ini, didorong oleh sen...

Dolar Australia Menguat, Dipicu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga RBA...
Wednesday, 24 December 2025 09:33 WIB

Dolar Australia (AUD) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan AUD didorong oleh rilis Notulen Pertemuan RBA (Bank Sentral...

Dolar Australia Kuat, Fed Bakal Bikin USD Loyo?...
Friday, 5 December 2025 08:03 WIB

Pasangan mata uang AUD/USD saat ini masuk fase konsolidasi bullish, alias istirahat sejenak dalam tren naik, dan bergerak di sekitar area 0,6600 pada sesi Asia hari Jumat(5/12). Level ini berada tepat...

Data Ekonomi Mengecewakan, Aussie kok malah naik?...
Wednesday, 3 December 2025 10:06 WIB

Dolar Australia (AUD) bergerak naik dan mencapai level tertinggi tiga minggu terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Asia hari Rabu. Kenaikan ini terjadi meski data ekonomi Australia kurang memuaskan.Badan ...

Aussie Ngegas, RBA Makin Galak?...
Wednesday, 26 November 2025 10:50 WIB

Dolar Australia menguat ke kisaran US$0,65 pada Rabu(26/11), menyentuh level tertinggi dalam satu minggu. Penguatan ini terjadi setelah data inflasi keluar lebih tinggi dari perkiraan, sehingga pasar ...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS