Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
AUD Tahan Banting, Ada Sinyal Besar dari Cina & RBA?
Thursday, 20 November 2025 10:32 WIB | AUD/USD |Dollar Australia,

Dolar Australia (AUD) bergerak stabil terhadap Dolar AS (USD) pada Kamis(20/11) setelah keputusan suku bunga Bank Rakyat Tiongkok (PBoC). Bank sentral Tiongkok kembali menahan Suku Bunga Dasar Pinjaman (LPR) di 3,00% untuk tenor satu tahun dan 3,50% untuk lima tahun. Karena Tiongkok adalah mitra dagang utama Australia, keputusan ini ikut memengaruhi persepsi pasar terhadap prospek ekonomi Australia dan pergerakan AUD.

Dari sisi domestik, komentar Asisten Gubernur RBA Sarah Hunter menambah warna bagi pasar. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terlalu kuat berpotensi memicu tekanan inflasi, dan mengingatkan bahwa data inflasi bulanan bisa sangat fluktuatif sehingga tidak akan dijadikan dasar reaksi cepat. RBA disebutnya sedang mengamati dengan cermat kondisi pasar tenaga kerja untuk menilai kapasitas pasokan dan mengevaluasi bagaimana transmisi kebijakan moneter berubah seiring waktu.

Secara harga, AUD/USD berhasil rebound setelah sempat terkoreksi lebih dari 0,5% pada sesi sebelumnya. Perbaikan sentimen risiko global, didorong lonjakan pendapatan Nvidia yang kembali menghidupkan minat pada saham teknologi dan tema AI, ikut mendukung mata uang berisiko seperti AUD. Di saat yang sama, ekspektasi bahwa RBA akan bersikap hati-hati dan tidak buru-buru memangkas suku bunga memberi tambahan penopang. Risalah rapat November mengisyaratkan RBA bisa mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama jika data ekonomi tetap solid.

Data domestik Australia sejauh ini juga mendukung pandangan tersebut. Pertumbuhan upah kuartal ketiga yang stabil, angka ketenagakerjaan yang masih kuat, serta inflasi yang tetap tinggi menguatkan kesan bahwa siklus pelonggaran moneter kemungkinan sudah berakhir untuk sementara. Kontrak ASX 30-Day Interbank Cash Rate Futures per 18 November hanya mencerminkan sekitar 8% peluang penurunan suku bunga ke 3,35% dari 3,60% pada rapat RBA berikutnya. Artinya, pasar masih melihat AUD ditopang oleh suku bunga yang relatif menarik di tengah ketidakpastian global. (az)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
AUD Tetap Tangguh China Ngebut, Dolar AS Loyo...
Monday, 19 January 2026 11:38 WIB

Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS Greenland. Kombina...

AUD/USD melonjak karena pengetatan kebijakan moneter oleh RBA...
Friday, 2 January 2026 16:24 WIB

Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik di awal tahun yang relatif tenang. Dolar Australia menguat hampir 0,5% terhadap Dolar AS dalam grafik harian sejauh ini, didorong oleh sen...

Dolar Australia Menguat, Dipicu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga RBA...
Wednesday, 24 December 2025 09:33 WIB

Dolar Australia (AUD) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan AUD didorong oleh rilis Notulen Pertemuan RBA (Bank Sentral...

Dolar Australia Kuat, Fed Bakal Bikin USD Loyo?...
Friday, 5 December 2025 08:03 WIB

Pasangan mata uang AUD/USD saat ini masuk fase konsolidasi bullish, alias istirahat sejenak dalam tren naik, dan bergerak di sekitar area 0,6600 pada sesi Asia hari Jumat(5/12). Level ini berada tepat...

Data Ekonomi Mengecewakan, Aussie kok malah naik?...
Wednesday, 3 December 2025 10:06 WIB

Dolar Australia (AUD) bergerak naik dan mencapai level tertinggi tiga minggu terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Asia hari Rabu. Kenaikan ini terjadi meski data ekonomi Australia kurang memuaskan.Badan ...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS