
Dolar Australia (AUD) melemah pada Rabu(10/9) untuk hari kedua berturut-turut. Pasangan AUD/USD kesulitan menguat karena Dolar AS (USD) terus naik, meskipun adanya revisi data Nonfarm Payrolls (NFP) di Amerika Serikat (AS) yang meningkatkan peluang bahwa Federal Reserve (Fed) akan mulai memangkas suku bunga secepatnya minggu depan.
AUD/USD tetap mencatat kerugian setelah rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) Tiongkok, yang turun 0,4% secara tahunan pada Agustus setelah berada di level 0% pada Juli. Konsensus pasar memperkirakan penurunan 0,2% pada periode tersebut. Secara bulanan, inflasi CPI tercatat 0% dibandingkan 0,4% pada periode sebelumnya dan di bawah ekspektasi kenaikan 0,1%.
AUD berpotensi membatasi pelemahan lebih lanjut karena surplus perdagangan Juli yang solid, ditambah dengan data PDB kuartal II serta inflasi Juli yang lebih tinggi, meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga tambahan oleh Reserve Bank of Australia (RBA). Saat ini, kontrak swap menilai hampir 84% kemungkinan RBA akan mempertahankan kebijakan di September, sementara peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada November turun menjadi 80% dari sebelumnya 100%.
Namun, Matthew Hassan, Kepala Peramalan Makro Australia, mencatat bahwa pemulihan konsumsi sejak pertengahan 2024 masih lamban, seiring turunnya Indeks Kepercayaan Konsumen Westpac menjadi 95,4 pada September dari 98,5 di Agustus. Hassan menilai pelonggaran kebijakan lebih lanjut mungkin diperlukan, dengan proyeksi pemangkasan suku bunga RBA sebesar 25 basis poin pada November, diikuti dua penurunan tambahan pada 2026.
Fokus pasar kini bergeser ke laporan inflasi AS yang dapat memberikan lebih banyak petunjuk terkait arah kebijakan The Fed. Indeks Harga Produsen (PPI) AS untuk Agustus dijadwalkan rilis pada Rabu, disusul Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Kamis. (azf)
Sumber: FXstreet
Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS Greenland. Kombina...
Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik di awal tahun yang relatif tenang. Dolar Australia menguat hampir 0,5% terhadap Dolar AS dalam grafik harian sejauh ini, didorong oleh sen...
Dolar Australia (AUD) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan AUD didorong oleh rilis Notulen Pertemuan RBA (Bank Sentral...
Pasangan mata uang AUD/USD saat ini masuk fase konsolidasi bullish, alias istirahat sejenak dalam tren naik, dan bergerak di sekitar area 0,6600 pada sesi Asia hari Jumat(5/12). Level ini berada tepat...
Dolar Australia (AUD) bergerak naik dan mencapai level tertinggi tiga minggu terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Asia hari Rabu. Kenaikan ini terjadi meski data ekonomi Australia kurang memuaskan.Badan ...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...