
Dolar Australia (AUD) tertekan terhadap Dolar AS (USD) pada hari Kamis, dengan AUD/USD melemah hampir 0,50%, diperdagangkan di dekat 0,6510 pada saat penulisan. Penurunan ini mencerminkan ketahanan Dolar AS secara luas karena pasar mencerna serangkaian data tenaga kerja AS yang beragam dan aktivitas jasa yang lebih kuat, meskipun pasangan mata uang ini bertahan kuat di atas level psikologis 0,6500.
Dolar AS kembali menguat, dengan indeks DXY berada di dekat 98,40, didukung oleh posisi hati-hati menjelang Nonfarm Payrolls (NFP) hari Jumat. Sinyal ketenagakerjaan minggu ini menunjukkan perekrutan yang lebih rendah dan peningkatan PHK, sementara survei ISM menunjukkan permintaan jasa tetap stabil meskipun lapangan kerja melemah. Dinamika ini memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed akhir bulan ini, meskipun ketidakpastian masih tetap ada mengenai kecepatan dan besaran pelonggaran.
Sektor eksternal Australia memberikan sinyal beragam pada hari Kamis sebelumnya. Data perdagangan bulan Juli menunjukkan surplus melebar menjadi A$7,31 miliar, dibandingkan dengan A$5,37 miliar pada bulan Juni dan melampaui ekspektasi sebesar A$4,92 miliar. Perbaikan ini terjadi karena ekspor naik 3,3%, didorong oleh pengiriman bijih besi, gas alam cair, emas, dan daging yang lebih kuat, sementara impor turun 1,3% karena melemahnya permintaan barang konsumsi dan emas. Meskipun menghasilkan surplus terbesar dalam lebih dari setahun, data tersebut tidak banyak mengubah sentimen seputar mata uang Australia.
Ke depannya, semua mata tertuju pada laporan NFP AS hari Jumat. Pasar memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja akan melambat menjadi 75 ribu pada bulan Agustus dari 73 ribu sebelumnya, dengan Tingkat Pengangguran diperkirakan naik tipis menjadi 4,3% dari 4,2%. Rata-rata Pendapatan Per Jam diperkirakan naik 0,3% MoM dan 3,7% YoY, sedikit lebih rendah dari laju 3,9% di bulan Juli.
Hasil yang lebih lemah kemungkinan akan membebani USD dengan memperkuat argumen pelonggaran The Fed, sementara hasil yang lebih kuat dapat mempertahankan dukungan bagi Greenback dalam jangka pendek. Namun, dengan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan September yang sudah hampir sepenuhnya diperhitungkan, hal itu seharusnya membatasi penguatan Dolar AS.(Cay)
Sumber: Fxstreet
Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS Greenland. Kombina...
Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik di awal tahun yang relatif tenang. Dolar Australia menguat hampir 0,5% terhadap Dolar AS dalam grafik harian sejauh ini, didorong oleh sen...
Dolar Australia (AUD) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan AUD didorong oleh rilis Notulen Pertemuan RBA (Bank Sentral...
Pasangan mata uang AUD/USD saat ini masuk fase konsolidasi bullish, alias istirahat sejenak dalam tren naik, dan bergerak di sekitar area 0,6600 pada sesi Asia hari Jumat(5/12). Level ini berada tepat...
Dolar Australia (AUD) bergerak naik dan mencapai level tertinggi tiga minggu terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Asia hari Rabu. Kenaikan ini terjadi meski data ekonomi Australia kurang memuaskan.Badan ...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...