
Dolar Australia bergerak datar di kisaran US$0,652 pada Rabu(3/9), setelah sehari sebelumnya sempat turun 0,5%. Penguatan dolar AS menahan laju aussie, seiring meningkatnya permintaan safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global, tensi perdagangan yang memanas kembali, serta risiko geopolitik. Kekhawatiran atas beban utang negara-negara besar juga ikut mendorong minat terhadap greenback.
Dari sisi domestik, ekonomi Australia tumbuh 0,6% pada kuartal II 2025, melampaui perkiraan 0,5% dan lebih tinggi dari revisi 0,3% di kuartal I. Pertumbuhan ini menandai ekspansi 15 kuartal berturut-turut. Secara tahunan, PDB naik 1,8%, laju tercepat sejak Q3 2023. Meski begitu, investor tetap berhati-hati, dengan pasar swap menunjukkan peluang lebih dari 80% bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini.
Selain itu, dolar Australia juga mendapat dukungan dari data jasa Tiongkok yang lebih kuat, dengan indeks layanan naik ke level tertinggi dalam 15 bulan terakhir, mencerminkan permintaan regional yang masih solid. Hal ini memberi sedikit penopang tambahan bagi aussie di tengah tekanan eksternal. (azf)
Sumber: Trading Economics
Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS Greenland. Kombina...
Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik di awal tahun yang relatif tenang. Dolar Australia menguat hampir 0,5% terhadap Dolar AS dalam grafik harian sejauh ini, didorong oleh sen...
Dolar Australia (AUD) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan AUD didorong oleh rilis Notulen Pertemuan RBA (Bank Sentral...
Pasangan mata uang AUD/USD saat ini masuk fase konsolidasi bullish, alias istirahat sejenak dalam tren naik, dan bergerak di sekitar area 0,6600 pada sesi Asia hari Jumat(5/12). Level ini berada tepat...
Dolar Australia (AUD) bergerak naik dan mencapai level tertinggi tiga minggu terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Asia hari Rabu. Kenaikan ini terjadi meski data ekonomi Australia kurang memuaskan.Badan ...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...