
Pasangan AUD/USD melanjutkan penurunannya untuk sesi ketiga berturut-turut, diperdagangkan mendekati 0,6390 selama sesi Asia hari Jumat (09/5). Dolar Australia (AUD) tetap tertekan karena kemajuan yang terhenti dalam negosiasi perdagangan AS-Tiongkok. Mengingat hubungan ekonomi yang erat antara Australia dan Tiongkok, tekanan apa pun pada ekonomi Tiongkok cenderung membebani AUD.
Menurut Global Times”mengutip Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat”Beijing tidak mungkin mengurangi tarif menjelang pembicaraan mendatang di Swiss. Hal ini menambah ketidakpastian pasar dan meredam sentimen risiko.
Di Amerika Serikat (AS), Presiden Donald Trump telah mengambil sikap tegas terhadap kebijakan perdagangan Tiongkok, menyusul penunjukan utusan baru untuk Beijing. Meskipun ada diskusi seputar pengecualian tarif, pemerintahan tampak berhati-hati, dengan Trump menyatakan bahwa mereka "tidak mencari begitu banyak pengecualian."
Sementara itu, Tiongkok dilaporkan tengah mempertimbangkan perubahan signifikan pada pasar real estatnya”melarang prapenjualan rumah dan hanya mengizinkan penjualan properti yang sudah jadi. Langkah ini, yang bertujuan untuk menstabilkan sektor properti, merupakan bagian dari rencana reformasi yang lebih luas yang masih dalam tahap pengembangan. Peraturan tersebut akan berlaku untuk penjualan tanah di masa mendatang, kecuali perumahan umum, dan pemerintah daerah akan memiliki fleksibilitas dalam penerapannya.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap sekeranjang mata uang, diperdagangkan di kisaran 100,60, didukung oleh data ekonomi AS yang kuat dan ekspektasi perbedaan imbal hasil yang berkepanjangan. Namun, optimisme awal seputar perjanjian perdagangan AS-Inggris telah memudar, karena menjadi jelas bahwa tarif 10% yang ada akan tetap berlaku.(Newsmaker23)
Sumber: FXstreet
Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS Greenland. Kombina...
Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik di awal tahun yang relatif tenang. Dolar Australia menguat hampir 0,5% terhadap Dolar AS dalam grafik harian sejauh ini, didorong oleh sen...
Dolar Australia (AUD) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan AUD didorong oleh rilis Notulen Pertemuan RBA (Bank Sentral...
Pasangan mata uang AUD/USD saat ini masuk fase konsolidasi bullish, alias istirahat sejenak dalam tren naik, dan bergerak di sekitar area 0,6600 pada sesi Asia hari Jumat(5/12). Level ini berada tepat...
Dolar Australia (AUD) bergerak naik dan mencapai level tertinggi tiga minggu terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Asia hari Rabu. Kenaikan ini terjadi meski data ekonomi Australia kurang memuaskan.Badan ...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...