Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
AUD/USD bertahan stabil di bawah 0,6300 saat Trump bersiap untuk mengumumkan tarif timbal balik
Wednesday, 2 April 2025 11:10 WIB | AUD/USD |AUD/USD,

AUD/USD diperdagangkan dengan nada datar di dekat 0,6275 selama sesi Asia awal pada hari Rabu. Pasar menjadi berhati-hati menjelang pengumuman tarif timbal balik oleh Presiden AS Donald Trump. Selain itu, Perubahan Ketenagakerjaan ADP AS bulan Maret akan dipublikasikan.

Trump akan menerapkan tarif pada mitra dagang AS pada hari Rabu, yang berpotensi menambah tarif pada barang-barang China. Trump telah mengenakan total tarif 20% pada semua impor China sejak menjabat pada bulan Januari, menyalahkan Beijing karena gagal melakukan cukup banyak hal untuk mengekang aliran bahan kimia yang digunakan untuk membuat obat mematikan fentanil ke AS. Potensi perang dagang antara AS dan China mungkin memberikan tekanan jual pada Aussie, karena China adalah mitra dagang utama Australia.

Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan Official Cash Rate (OCR) pada 4,10% setelah penutupan pertemuan kebijakan April pada hari Selasa. Pernyataan kebijakan moneter RBA menunjukkan bahwa dewan tersebut khawatir dan berhati-hati tentang apakah inflasi akan terus menurun.

Gubernur RBA Michele Bullock mengatakan selama konferensi pers bahwa para pembuat kebijakan harus berhati-hati untuk tidak terburu-buru dalam membuat kebijakan. Bullock menambahkan bahwa dewan tidak membahas pemotongan suku bunga dan tidak mengambil keputusan tentang langkah yang akan diambil pada bulan Mei.
Sementara itu, data ekonomi Tiongkok yang menggembirakan memberikan sedikit dukungan kepada mata uang Australia yang merupakan proksi Tiongkok. PMI Manufaktur Caixin Tiongkok meningkat menjadi 51,2 pada bulan Maret dari 50,8 pada bulan Februari. Angka ini lebih baik dari ekspektasi sebesar 51,1.

Reserve Bank of Australia (RBA) memengaruhi Dolar Australia (AUD) dengan menetapkan tingkat suku bunga yang dapat dipinjamkan oleh bank-bank Australia satu sama lain. Hal ini memengaruhi tingkat suku bunga dalam perekonomian secara keseluruhan. Tujuan utama RBA adalah mempertahankan tingkat inflasi yang stabil sebesar 2-3% dengan menaikkan atau menurunkan suku bunga. Suku bunga yang relatif tinggi dibandingkan dengan bank sentral utama lainnya mendukung AUD, dan sebaliknya untuk yang relatif rendah. RBA juga dapat menggunakan pelonggaran kuantitatif dan pengetatan untuk memengaruhi kondisi kredit, yang pertama berdampak negatif terhadap AUD dan yang terakhir berdampak positif terhadap AUD.(Cay)

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
AUD Tetap Tangguh China Ngebut, Dolar AS Loyo...
Monday, 19 January 2026 11:38 WIB

Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS Greenland. Kombina...

AUD/USD melonjak karena pengetatan kebijakan moneter oleh RBA...
Friday, 2 January 2026 16:24 WIB

Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik di awal tahun yang relatif tenang. Dolar Australia menguat hampir 0,5% terhadap Dolar AS dalam grafik harian sejauh ini, didorong oleh sen...

Dolar Australia Menguat, Dipicu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga RBA...
Wednesday, 24 December 2025 09:33 WIB

Dolar Australia (AUD) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan AUD didorong oleh rilis Notulen Pertemuan RBA (Bank Sentral...

Dolar Australia Kuat, Fed Bakal Bikin USD Loyo?...
Friday, 5 December 2025 08:03 WIB

Pasangan mata uang AUD/USD saat ini masuk fase konsolidasi bullish, alias istirahat sejenak dalam tren naik, dan bergerak di sekitar area 0,6600 pada sesi Asia hari Jumat(5/12). Level ini berada tepat...

Data Ekonomi Mengecewakan, Aussie kok malah naik?...
Wednesday, 3 December 2025 10:06 WIB

Dolar Australia (AUD) bergerak naik dan mencapai level tertinggi tiga minggu terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Asia hari Rabu. Kenaikan ini terjadi meski data ekonomi Australia kurang memuaskan.Badan ...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS