
Dolar Australia melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu(12/03), terbebani oleh penghindaran risiko yang meluas.
Kekhawatiran meningkat karena perubahan kebijakan oleh Presiden AS Donald Trump, khususnya tarif yang meningkatkan kemungkinan perang dagang yang berkepanjangan.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan pada hari Rabu bahwa "Australia tidak akan mengenakan tarif timbal balik pada Amerika Serikat (AS)" karena "tindakan pembalasan hanya akan meningkatkan biaya bagi konsumen Australia dan mendorong inflasi. Pernyataannya mengikuti keputusan Trump untuk menerapkan tarif 25% pada semua baja dan aluminium yang diimpor.
AUD juga menghadapi tekanan dari ketidakpastian ekonomi yang sedang berlangsung dan risiko deflasi yang terus-menerus di Tiongkok, mitra dagang terbesar Australia, karena para pedagang menunggu pengumuman kebijakan utama dari Beijing.
Pelaku pasar tetap fokus pada prospek kebijakan Bank Sentral Australia (RBA), terutama setelah data ekonomi yang kuat minggu lalu mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut. Pertumbuhan ekonomi melampaui perkiraan, menandai percepatan pertamanya dalam lebih dari setahun. (Newsmaker23)
Sumber: FXStreet
Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS Greenland. Kombina...
Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik di awal tahun yang relatif tenang. Dolar Australia menguat hampir 0,5% terhadap Dolar AS dalam grafik harian sejauh ini, didorong oleh sen...
Dolar Australia (AUD) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan AUD didorong oleh rilis Notulen Pertemuan RBA (Bank Sentral...
Pasangan mata uang AUD/USD saat ini masuk fase konsolidasi bullish, alias istirahat sejenak dalam tren naik, dan bergerak di sekitar area 0,6600 pada sesi Asia hari Jumat(5/12). Level ini berada tepat...
Dolar Australia (AUD) bergerak naik dan mencapai level tertinggi tiga minggu terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Asia hari Rabu. Kenaikan ini terjadi meski data ekonomi Australia kurang memuaskan.Badan ...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...