Monday, 26 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
AUD/USD menguat mendekati 0,6300 di tengah melemahnya Dolar AS
Wednesday, 12 March 2025 04:09 WIB | AUD/USD |AUD/USD,

AUD/USD naik mendekati 0,6300 karena Dolar AS (USD) merosot akibat prospek ekonomi Amerika Serikat (AS) yang tidak menentu. Pasangan ini diuntungkan oleh Greenback yang lebih lemah karena investor fokus pada data inflasi mendatang, yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan Federal Reserve (Fed). Namun, kekhawatiran yang terus-menerus atas ketegangan perdagangan dan pertumbuhan global terus membatasi potensi kenaikan AUD/USD.
Dolar Australia menguat karena Dolar AS melemah
Indeks Dolar AS (DXY) turun ke posisi terendah multi-bulan baru mendekati 103,20, tertekan oleh penurunan imbal hasil obligasi dan spekulasi tentang potensi perlambatan ekonomi AS. Pelaku pasar fokus pada rilis data mendatang, termasuk angka inflasi, Aplikasi Hipotek MBA, dan laporan inventaris minyak mentah EIA.
Kehati-hatian pasar seputar kebijakan perdagangan dan risiko resesi ekonomi di AS menahan kenaikan. AUD/USD berfluktuasi di sekitar zona 0,6280-0,6270, sementara Indeks Dolar AS melayang di dekat 103,30, menandai level terlemahnya sejak awal Oktober.
Pasar komoditas memberikan dukungan terbatas untuk Aussie. Harga tembaga dan bijih besi berusaha pulih setelah penurunan baru-baru ini, meskipun kekhawatiran atas melambatnya permintaan global membuat kenaikan tetap terkendali.
Negosiasi perdagangan antara AS dan Kanada tetap menjadi fokus. Perdana Menteri Ontario Doug Ford setuju untuk menangguhkan tarif ekspor listrik yang direncanakan setelah diskusi darurat dengan pejabat AS. Langkah tersebut dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam tarif 50% untuk baja dan aluminium Kanada, yang semakin meningkatkan ketegangan perdagangan.
Investor mencermati data inflasi AS, yang diharapkan menjadi faktor utama dalam membentuk ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Pembacaan CPI yang lebih tinggi dari yang diharapkan dapat memperkuat kasus untuk periode kebijakan moneter restriktif yang berkepanjangan.(Cay)

Sumber: fxstreet

RELATED NEWS
AUD Tetap Tangguh China Ngebut, Dolar AS Loyo...
Monday, 19 January 2026 11:38 WIB

Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS Greenland. Kombina...

AUD/USD melonjak karena pengetatan kebijakan moneter oleh RBA...
Friday, 2 January 2026 16:24 WIB

Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik di awal tahun yang relatif tenang. Dolar Australia menguat hampir 0,5% terhadap Dolar AS dalam grafik harian sejauh ini, didorong oleh sen...

Dolar Australia Menguat, Dipicu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga RBA...
Wednesday, 24 December 2025 09:33 WIB

Dolar Australia (AUD) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan AUD didorong oleh rilis Notulen Pertemuan RBA (Bank Sentral...

Dolar Australia Kuat, Fed Bakal Bikin USD Loyo?...
Friday, 5 December 2025 08:03 WIB

Pasangan mata uang AUD/USD saat ini masuk fase konsolidasi bullish, alias istirahat sejenak dalam tren naik, dan bergerak di sekitar area 0,6600 pada sesi Asia hari Jumat(5/12). Level ini berada tepat...

Data Ekonomi Mengecewakan, Aussie kok malah naik?...
Wednesday, 3 December 2025 10:06 WIB

Dolar Australia (AUD) bergerak naik dan mencapai level tertinggi tiga minggu terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Asia hari Rabu. Kenaikan ini terjadi meski data ekonomi Australia kurang memuaskan.Badan ...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS