
Dolar Australia (AUD) menghentikan penurunan dua hari berturut-turutnya terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin (20/1), menerima dukungan dari kenaikan harga logam. Namun, kenaikan pasangan AUD/USD mungkin tetap terbatas karena Dolar AS (USD) dapat menguat di tengah kehati-hatian pasar menjelang pelantikan Presiden terpilih Donald Trump di kemudian hari. Pasar AS akan tetap tutup pada hari Senin untuk hari libur Martin Luther King Jr.
Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka akan mempertahankan Suku Bunga Pinjaman Primer (LPR) tidak berubah. Suku Bunga Pinjaman Primer (LPR) satu tahun tetap di 3,10%, sedangkan LPR lima tahun di 3,60%. Karena Tiongkok dan Australia adalah mitra dagang dekat, setiap perubahan dalam ekonomi Tiongkok dapat memengaruhi pasar Australia.
AUD juga menguat karena data ekonomi Tiongkok yang kuat. Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok tumbuh 5,4% tahun-ke-tahun pada kuartal keempat tahun 2024 setelah melaporkan ekspansi 4,6% pada kuartal ketiga. Data tersebut mengalahkan konsensus pasar sebesar 5% pada periode yang dilaporkan, dengan selisih yang lebar. Selain itu, Penjualan Ritel tahunan Desember meningkat sebesar 3,7% dibandingkan dengan 3,5% dan 3,0% sebelumnya, sementara Produksi Industri mencapai 6,2% dibandingkan dengan 5,4% dan 5,4% pada bulan November.
Dolar Australia dapat menghadapi tantangan karena ekspektasi pasar tumbuh bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) mungkin mulai memangkas suku bunga paling cepat bulan depan. Para pedagang sekarang berfokus pada laporan inflasi triwulanan Australia, yang akan dirilis minggu depan, untuk mendapatkan petunjuk tentang arah suku bunga di masa mendatang.(AL)
Sumber: FXstreet
Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS Greenland. Kombina...
Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik di awal tahun yang relatif tenang. Dolar Australia menguat hampir 0,5% terhadap Dolar AS dalam grafik harian sejauh ini, didorong oleh sen...
Dolar Australia (AUD) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan AUD didorong oleh rilis Notulen Pertemuan RBA (Bank Sentral...
Pasangan mata uang AUD/USD saat ini masuk fase konsolidasi bullish, alias istirahat sejenak dalam tren naik, dan bergerak di sekitar area 0,6600 pada sesi Asia hari Jumat(5/12). Level ini berada tepat...
Dolar Australia (AUD) bergerak naik dan mencapai level tertinggi tiga minggu terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Asia hari Rabu. Kenaikan ini terjadi meski data ekonomi Australia kurang memuaskan.Badan ...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...