
Pasangan AUD/USD tetap bertahan di sekitar 0,6145 selama sesi Asia awal pada hari Senin (13/1). Pertumbuhan lapangan kerja AS lebih kuat dari yang diharapkan pada bulan Desember, mendukung Dolar AS (USD) secara umum.
Data yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) pada hari Jumat menunjukkan bahwa Nonfarm Payrolls (NFP) naik sebesar 256 ribu pada bulan Desember, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 212 ribu (direvisi dari 227 ribu) yang terlihat pada bulan November. Angka ini melampaui ekspektasi pasar sebesar 160 ribu dengan selisih yang lebar.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran turun menjadi 4,1% pada bulan Desember dari 4,2% pada bulan November. Terakhir, inflasi upah tahunan, yang diukur dengan perubahan dalam Penghasilan Per Jam Rata-rata, turun menjadi 3,9% pada bulan Desember dari 4% pada angka sebelumnya. Data pasar tenaga kerja AS yang optimis untuk bulan Desember kemungkinan akan meyakinkan Federal Reserve AS (Fed) untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah bulan ini, yang menopang Greenback terhadap Dolar Australia (AUD). Menurut alat CME FedWatch, pasar keuangan memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah dalam kisaran 4,25%-4,50% pada pertemuannya tanggal 28-29 Januari. "Diperlukan serangkaian laporan pekerjaan yang sangat buruk untuk membuat Fed melonggarkan lagi pada bulan Maret, dan, jadi, sekarang kita melihat pemotongan berikutnya pada bulan Juni diikuti oleh yang terakhir pada bulan September," kata Michael Feroli, kepala ekonom AS di JPMorgan.
Di sisi lain, Aussie tetap berada di bawah tekanan jual terhadap USD, level terendah sejak April 2020. Pertumbuhan yang lebih lambat dan risiko deflasi di Tiongkok terus melemahkan AUD proksi Tiongkok. Para ekonom Citi mengatakan bahwa kuartal terakhir tahun lalu diharapkan menjadi yang ketujuh berturut-turut di mana deflator PDB Tiongkok negatif. (AL)
Source: Fxstreet
Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS Greenland. Kombina...
Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik di awal tahun yang relatif tenang. Dolar Australia menguat hampir 0,5% terhadap Dolar AS dalam grafik harian sejauh ini, didorong oleh sen...
Dolar Australia (AUD) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan AUD didorong oleh rilis Notulen Pertemuan RBA (Bank Sentral...
Pasangan mata uang AUD/USD saat ini masuk fase konsolidasi bullish, alias istirahat sejenak dalam tren naik, dan bergerak di sekitar area 0,6600 pada sesi Asia hari Jumat(5/12). Level ini berada tepat...
Dolar Australia (AUD) bergerak naik dan mencapai level tertinggi tiga minggu terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Asia hari Rabu. Kenaikan ini terjadi meski data ekonomi Australia kurang memuaskan.Badan ...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...