
Dolar Australia (AUD) bertahan di dekat level terendah tiga bulan terhadap Dolar AS (USD) pada hari Jumat(14/11). Tren penurunan terkini pada pasangan AUD/USD sebagian besar disebabkan oleh data ekonomi utama dari Australia yang dirilis pada hari Kamis. Selain itu, AUD tetap tidak terpengaruh oleh data ekonomi yang beragam dari mitra dagang dekatnya, Tiongkok.
Penjualan Ritel Tiongkok naik 4,8% tahun-ke-tahun pada bulan Oktober, melampaui perkiraan 3,8% dan peningkatan 3,2% yang terlihat pada bulan September. Sementara itu, Produksi Industri negara tersebut tumbuh sebesar 5,3% YoY, sedikit di bawah perkiraan 5,6% tetapi lebih tinggi dari pertumbuhan 5,4% yang tercatat pada periode sebelumnya.
Namun, penurunan Dolar Australia mungkin terbatas karena pernyataan yang kurang dovish dari Gubernur Bank Sentral Australia (RBA) Michele Bullock pada hari Kamis. Bullock menyatakan bahwa suku bunga saat ini cukup ketat dan akan tetap pada level ini sampai bank sentral memperoleh kepercayaan pada prospek inflasi.
Dolar AS tetap stabil mendekati level tertinggi barunya di tahun 2024, meskipun ada tanda-tanda perlambatan dalam "perdagangan Trump." Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak kinerja Dolar AS terhadap enam mata uang utama, berada di sekitar 107,06, menandai level tertingginya sejak November 2023.
Pasar sekarang fokus pada data Penjualan Ritel AS Oktober, yang akan dirilis pada hari Jumat, bersama dengan komentar dari pejabat Federal Reserve. Pada hari Kamis, Ketua Fed Jerome Powell mencatat bahwa kinerja ekonomi AS baru-baru ini "sangat baik," yang memungkinkan Fed ruang untuk menurunkan suku bunga secara bertahap.(ayu)
Sumber: FXStreet
Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS Greenland. Kombina...
Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik di awal tahun yang relatif tenang. Dolar Australia menguat hampir 0,5% terhadap Dolar AS dalam grafik harian sejauh ini, didorong oleh sen...
Dolar Australia (AUD) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan AUD didorong oleh rilis Notulen Pertemuan RBA (Bank Sentral...
Pasangan mata uang AUD/USD saat ini masuk fase konsolidasi bullish, alias istirahat sejenak dalam tren naik, dan bergerak di sekitar area 0,6600 pada sesi Asia hari Jumat(5/12). Level ini berada tepat...
Dolar Australia (AUD) bergerak naik dan mencapai level tertinggi tiga minggu terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Asia hari Rabu. Kenaikan ini terjadi meski data ekonomi Australia kurang memuaskan.Badan ...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...