Friday, 06 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Stabil, Dialog Pasar Pantau AS – Iran & Dolar Menguat
Tuesday, 3 February 2026 16:30 WIB | OIL |

Harga minyak naik tipis di sesi Asia pada Selasa (3/2) setelah anjlok tajam sehari sebelumnya. Brent kontrak April naik 0,2% ke US$66,42/barel, sementara WTI naik 0,3% ke US$61,90/barel pasar mulai "tenang" karena premi risiko geopolitik berkurang.

Pemicu utamanya: AS dan Iran menjadwalkan kelanjutan pembicaraan nuklir pekan ini di Turki, dengan pertemuan yang mengarah ke sesi Jumat di Istanbul antara utusan AS Steve Witkoff dan Menlu Iran Abbas Araqchi.

Kabar negosiasi ini mengungkap kekhawatiran pasar soal potensi konflik regional, sehingga "biaya risiko" yang sempat nempel di harga minyak mulai luntur. Namun pasar juga sadar: negosiasi nuklir Iran sudah sering mentok di masa lalu, jadi hasil Jumat nanti tetap jadi penentu apakah ketegangan benar-benar turun atau cuma jeda sementara.

Selain geopolitik, minyak juga ditahan oleh dolar AS yang menguat. Dolar rebound setelah Donald Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai calon ketua Federal Reserve berikutnya yang menilai pasar lebih "hawkish" (lebih ketat soal inflasi) dibandingkan harapan sebagian pelaku pasar. Dolar yang lebih kuat biasanya menekan komoditas karena harga jadi lebih mahal bagi pembeli non dolar.

Fokus lain yang ikut mengganggu pasar minyak: negosiasi dagang India “ AS yang membahas isu impor energi. Washington mendorong India mengurangi pembelian minyak Rusia, dan ada perdebatan pasokan ke AS / Venezuela masalah yang juga terkait tekanan geopolitik pada perang Ukraina. (Asd)[sma]

Source : Newsmaker.id

RELATED NEWS
Oil Rises Again, Is There a "Heat" Signal from Iran?...
Wednesday, 4 February 2026 10:01 WIB

Oil prices rose for the second consecutive day after US-Iran tensions resurfaced. The trigger: the US reportedly shot down an Iranian drone near an American aircraft carrier in the Arabian Sea an even...

Risiko Iran Mereda, Minyak Langsung Turun...
Monday, 2 February 2026 22:45 WIB

Harga minyak ambles tajam karena pasar mulai melepas "premi perang" yang sempat menempel selama Januari. Pemantiknya: Donald Trump bilang Washington sedang berkomunikasi/berbicara dengan Iran, bikin p...

Minyak Panas, Pasar Cemas : Hormuz Jadi Sorotan...
Friday, 30 January 2026 10:20 WIB

Harga minyak cenderung stabil setelah lonjak lebih dari 3% pada Kamis, saat pelaku pasar menimbang ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump terhadap Iran dan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah. ...

Minyak Naik 3 Hari, Trump "Ngegas" ke Iran Pasar Takut Hormuz Terganggu...
Thursday, 29 January 2026 10:29 WIB

Harga minyak naik untuk hari ketiga setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar segera membuat kesepakatan nuklir atau menghadapi serangan militer. Pernyataan ini kembali memanaskan kete...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif...
Thursday, 22 January 2026 14:39 WIB

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...

LATEST NEWS
Emas "Napas Lagi" Setelah Crash, Buyer Balik Masuk

Emas masih mempertahankan penguatannya setelah sempat jatuh tajam dari rekor tertinggi. Setelah pembeli "buy the dip" masuk saat harga turun, tekanan jual mulai mereda dan pergerakan emas kembali lebih stabil. Pada perdagangan awal, emas batangan...

Oil Rises Again, Is There a "Heat" Signal from Iran?

Oil prices rose for the second consecutive day after US-Iran tensions resurfaced. The trigger: the US reportedly shot down an Iranian drone near an American aircraft carrier in the Arabian Sea an event that immediately put the market on alert. The...

Emas Mulai Bangkit, Tapi "Rem" Masih Banyak

Emas (XAU/USD) mulai menarik pembeli pada Selasa setelah jatuh tajam dua hari dan sempat menyentuh area $4.400”level terendah sejak 6 Januari. Pemulihan ini terbantu karena dolar AS melemah tipis dan menjauh dari puncak lebih dari sepekan yang...

POPULAR NEWS