Friday, 06 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Risiko Iran Mereda, Minyak Langsung Turun
Monday, 2 February 2026 22:45 WIB | OIL |

Harga minyak ambles tajam karena pasar mulai melepas "premi perang" yang sempat menempel selama Januari. Pemantiknya: Donald Trump bilang Washington sedang berkomunikasi/berbicara dengan Iran, bikin pelaku pasar membaca situasi sebagai sinyal de eskalasi, bukan menuju bentrok terbuka.

Di sesi Senin, 2 Februari 2026, Brent turun ke sekitar $65,86/barel dan WTI turun ke sekitar $61,79/barel keduanya terkoreksi sekitar 4“5% setelah sebelumnya mencatat lonjakan bulanan besar. Pasar yang kemarin nge price in gangguan pasokan, sekarang buru-buru "reset posisi".

Dari sisi geopolitik, Trump juga meremehkan ancaman "perang regional" dari Ali Khamenei. Di saat yang sama, ada dorongan diplomasi: laporan menyebut utusan Gedung Putih Steve Witkoff dan Menlu Iran Abbas Araghchi disebut akan bertemu di Istanbul pada Jumat.

Menurut Haris Khurshid dari Karobaar Capital LP, penurunan ini lebih mirip pengaturan ulang posisi ketimbang perubahan fundamental besar karena belum ada "shock" pasokan baru yang benar-benar terjadi.

Tekanan juga datang dari arus jual komoditas yang lebih luas. Saat logam mulia dan komoditas lain ikut diguyur aksi ambil untung, minyak ketarik turun bareng apalagi dolar yang lebih kuat membuat komoditas berdenominasi USD jadi relatif lebih mahal bagi pembeli non dolar.

Ke depan, pasar akan mengawasi dua "pemicu" utama: (1) apakah ada headline baru yang kembali memanaskan Iran“AS, dan (2) apakah level harga tertentu memicu jual lanjutan dari trader pengikut tren/CTA. Kalau tensi tetap mereda, minyak berpotensi lanjut konsolidasi karena cerita besarnya di 2026 masih soal pasokan yang relatif longgar di paruh pertama tahun. (alg)[sma]

Source : Newsmaker.id

RELATED NEWS
Oil Rises Again, Is There a "Heat" Signal from Iran?...
Wednesday, 4 February 2026 10:01 WIB

Oil prices rose for the second consecutive day after US-Iran tensions resurfaced. The trigger: the US reportedly shot down an Iranian drone near an American aircraft carrier in the Arabian Sea an even...

Minyak Stabil, Dialog Pasar Pantau AS “ Iran & Dolar Menguat...
Tuesday, 3 February 2026 16:30 WIB

Harga minyak naik tipis di sesi Asia pada Selasa (3/2) setelah anjlok tajam sehari sebelumnya. Brent kontrak April naik 0,2% ke US$66,42/barel, sementara WTI naik 0,3% ke US$61,90/barel pasar mulai "t...

Minyak Panas, Pasar Cemas : Hormuz Jadi Sorotan...
Friday, 30 January 2026 10:20 WIB

Harga minyak cenderung stabil setelah lonjak lebih dari 3% pada Kamis, saat pelaku pasar menimbang ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump terhadap Iran dan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah. ...

Minyak Naik 3 Hari, Trump "Ngegas" ke Iran Pasar Takut Hormuz Terganggu...
Thursday, 29 January 2026 10:29 WIB

Harga minyak naik untuk hari ketiga setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar segera membuat kesepakatan nuklir atau menghadapi serangan militer. Pernyataan ini kembali memanaskan kete...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif...
Thursday, 22 January 2026 14:39 WIB

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...

LATEST NEWS
Emas "Napas Lagi" Setelah Crash, Buyer Balik Masuk

Emas masih mempertahankan penguatannya setelah sempat jatuh tajam dari rekor tertinggi. Setelah pembeli "buy the dip" masuk saat harga turun, tekanan jual mulai mereda dan pergerakan emas kembali lebih stabil. Pada perdagangan awal, emas batangan...

Oil Rises Again, Is There a "Heat" Signal from Iran?

Oil prices rose for the second consecutive day after US-Iran tensions resurfaced. The trigger: the US reportedly shot down an Iranian drone near an American aircraft carrier in the Arabian Sea an event that immediately put the market on alert. The...

Emas Mulai Bangkit, Tapi "Rem" Masih Banyak

Emas (XAU/USD) mulai menarik pembeli pada Selasa setelah jatuh tajam dua hari dan sempat menyentuh area $4.400”level terendah sejak 6 Januari. Pemulihan ini terbantu karena dolar AS melemah tipis dan menjauh dari puncak lebih dari sepekan yang...

POPULAR NEWS