Saturday, 04 April 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Thursday, 12 February 2026 19:19 WIB

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor mulai mengurangi risiko di saham - saham berkapitalisasi besar. Dari sisi kontributor penekan indeks, Tencent menjadi salah satu pemberat utama setelah sahamnya turun sekitar 2,3%, menekan sektor teknologi yang belakangan menjadi motor kenaikan pasar. Pelemahan pada emiten berkapitalisasi besar seperti ini biasanya cepat memengaruhi sentimen...

RECENT NEWS
Dolar Australia Naik karena Diiringi Hasil Diskusi Minggu Lalu dengan Trump
Wednesday, 13 November 2024 11:25 WIB | Dollar Australia, AUD/USD,

Dolar Australia (AUD) berupaya menghentikan penurunan beruntunnya terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu(13/11) menyusul wawancara radio dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. Albanese menyampaikan bahwa ia membahas perdagangan dengan Presiden terpilih AS Donald Trump selama panggilan telepon minggu lalu. Albanese memberi tahu Trump bahwa Amerika Serikat memiliki surplus perdagangan dengan Australia dan menekankan bahwa kepentingan terbaik Washington adalah untuk "berdagang secara adil" dengan sekutunya. Sementara itu, menteri pertahanan menggarisbawahi investasi signifikan...

Yen Jepang Tampak Rentan Terhadap USD, Jelang Data CPI AS Rilis
Wednesday, 13 November 2024 11:10 WIB | mata uang yen

Yen Jepang (JPY) tetap bertahan terhadap mata uang Amerika dan menyentuh level terendah baru sejak 30 Juli selama sesi Asia pada hari Rabu(13/11), meskipun berhasil mempertahankan level psikologis 155,00. Meningkatnya keyakinan pasar bahwa lanskap politik Jepang dapat menyulitkan Bank of Japan (BoJ) untuk kembali menaikkan suku bunga terus membebani JPY. Sementara itu, tarif inflasi Presiden terpilih AS Donald Trump, yang dapat berdampak signifikan terhadap ekspor Jepang, dapat membatasi ruang bagi Federal Reserve (Fed) untuk memangkas suku bunga. Hal ini tetap mendukung peningkatan imbal...

Pasokan Jangka Pendek yang Ketat Memangkas Kerugian Minyak
Wednesday, 13 November 2024 10:57 WIB | Brent Minyak WTI brent oil

Harga minyak naik tipis pada hari Rabu(13/11) karena tanda-tanda ketatnya pasokan jangka pendek tetapi tetap mendekati level terendah dalam dua minggu setelah OPEC menurunkan perkiraannya untuk pertumbuhan permintaan minyak global pada tahun 2024 dan 2025. Harga minyak berjangka Brent naik 13 sen atau 0,18% menjadi $72,02 per barel pada pukul 02.05 GMT, dan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 13 sen, atau 0,19%, menjadi $68,25. Tetapi proyeksi permintaan yang menurun dan melemahnya konsumen utama Tiongkok terus membebani sentimen pasar. Dalam laporan...

Emas Stabil di Dekat Level Terendah Setelah Kemenangan Trump Menguatkan Dolar
Wednesday, 13 November 2024 07:48 WIB | GOLD EMAS

Emas stabil di dekat level terendah tujuh minggu, dengan logam mulia yang tetap tertekan setelah kemenangan pemilihan Donald Trump memicu lonjakan dolar. Pengukur greenback telah naik ke level tertingginya dalam hampir dua tahun, membuat komoditas seperti emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi sebagian besar pembeli. Dana lindung nilai telah menghentikan taruhan bullish pada logam tersebut dan aliran dana yang diperdagangkan di bursa menjadi kurang mendukung di tengah rotasi yang meluas ke ekuitas AS. Emas batangan telah turun 7% dari level tertinggi sepanjang masa pada 31...

Harga Minyak Bertahan di Dekat Level Terendah Setelah OPEC Memangkas Proyeksi Permintaan
Wednesday, 13 November 2024 07:24 WIB | WTI brent oil Crude Oil

Harga minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), diperdagangkan sekitar $68,00 pada hari Rabu(13/11). Harga WTI sedikit lebih rendah setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global pada tahun 2024. Revisi terbaru OPEC untuk pertumbuhan permintaan memberikan tekanan jual pada emas hitam tersebut. OPEC menyatakan dalam laporan bulanannya pada hari Selasa bahwa permintaan minyak dunia akan naik sebesar 1,82 juta barel per hari (bps) pada tahun 2024, turun dari pertumbuhan sebesar 1,93 juta barel per hari yang...