Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga Minyak Bertahan di Dekat Level Terendah Setelah OPEC Memangkas Proyeksi Permintaan
Wednesday, 13 November 2024 07:24 WIB | OIL |WTIbrent oilCrude Oil

Harga minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), diperdagangkan sekitar $68,00 pada hari Rabu(13/11). Harga WTI sedikit lebih rendah setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global pada tahun 2024.

Revisi terbaru OPEC untuk pertumbuhan permintaan memberikan tekanan jual pada emas hitam tersebut. OPEC menyatakan dalam laporan bulanannya pada hari Selasa bahwa permintaan minyak dunia akan naik sebesar 1,82 juta barel per hari (bps) pada tahun 2024, turun dari pertumbuhan sebesar 1,93 juta barel per hari yang diharapkannya bulan lalu. OPEC juga menurunkan estimasi pertumbuhan permintaan global tahun 2025 menjadi 1,54 juta barel per hari dari 1,64 juta barel per hari, menandai revisi penurunan keempat berturut-turut dari kelompok produsen tersebut.

Kekecewaan atas rencana stimulus terbaru Tiongkok melemahkan harga WTI karena Tiongkok adalah konsumen minyak terbesar kedua di dunia. Minggu lalu, Tiongkok mengumumkan rencana stimulus sebesar 10 triliun yuan, tetapi para analis khawatir bahwa itu tidak akan cukup untuk menstimulasi ekonomi. Hal ini, pada gilirannya, telah menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan penurunan konsumsi minyak Tiongkok.

Dolar AS (USD) yang lebih kuat berkontribusi terhadap penurunan WTI karena membuat harga minyak dalam denominasi USD menjadi lebih mahal. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY), ukuran nilai USD relatif terhadap sekeranjang mata uang asing, naik ke puncak baru enam bulan melewati batas 106,00. Investor akan mencermati data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bulan Oktober pada hari Rabu untuk dorongan baru. Jika terjadi hasil yang lebih lemah dari perkiraan, hal ini dapat membebani Greenback dan membantu membatasi kerugian WTI.(ayu)

Sumber: FXStreet

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS