Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Pasokan Jangka Pendek yang Ketat Memangkas Kerugian Minyak
Wednesday, 13 November 2024 10:57 WIB | OIL |BrentMinyak WTIbrent oil

Harga minyak naik tipis pada hari Rabu(13/11) karena tanda-tanda ketatnya pasokan jangka pendek tetapi tetap mendekati level terendah dalam dua minggu setelah OPEC menurunkan perkiraannya untuk pertumbuhan permintaan minyak global pada tahun 2024 dan 2025.

Harga minyak berjangka Brent naik 13 sen atau 0,18% menjadi $72,02 per barel pada pukul 02.05 GMT, dan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 13 sen, atau 0,19%, menjadi $68,25.

Tetapi proyeksi permintaan yang menurun dan melemahnya konsumen utama Tiongkok terus membebani sentimen pasar.

Dalam laporan bulanannya pada hari Selasa, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan permintaan minyak dunia akan naik sebesar 1,82 juta barel per hari (bph) pada tahun 2024, turun dari pertumbuhan sebesar 1,93 juta bph yang diperkirakan bulan lalu, sebagian besar karena melemahnya Tiongkok, importir minyak terbesar dunia.

Harga minyak ditutup naik 0,1% pada hari Selasa menyusul berita tersebut, setelah turun sekitar 5% selama dua sesi sebelumnya.

OPEC juga memangkas estimasi pertumbuhan permintaan global tahun 2025 menjadi 1,54 juta bph dari 1,64 juta bph

Namun, pasar masih akan merasakan dampak dari gangguan pasokan dari Iran atau eskalasi lebih lanjut antara Iran dan Israel, menurut Barclays.

Dua bankir sentral AS mengatakan pada hari Selasa bahwa suku bunga bertindak sebagai rem terhadap inflasi yang masih di atas angka 2%, yang menunjukkan bahwa Federal Reserve akan terbuka terhadap pemotongan suku bunga lebih lanjut.

The Fed memangkas suku bunga kebijakannya minggu lalu sebesar seperempat poin persentase ke kisaran 4,50%-4,75%. Pemangkasan suku bunga biasanya meningkatkan aktivitas ekonomi dan permintaan energi.(Ayu)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS