
Harga minyak menguat tipis pada perdagangan Selasa (20/1) setelah data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan mendorong optimisme permintaan. Brent naik 19 sen (0,3%) menjadi $64,13/barel, sementara WTI Februari yang berakhir hari ini naik 25 sen (0,4%) menjadi $59,69/barel. Kontrak WTI Maret yang lebih aktif ikut naik tipis ke sekitar $59,42/barel. Penguatan ini didorong oleh kabar dari China sebagai importir minyak terbesar dunia. Ekonomi China dilaporkan tumbuh 5,0% sepanjang tahun 2025 dan memenuhi target pemerintah. Aktivitas kilang juga meningkat, dengan throughput kilang naik...
Harga perak (XAG/USD) turun pada hari Kamis (13/3). Karena Investor sekarang menunggu data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang akan dirilis hari ini untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang kebijakan moneter Fed. Sumber: Newsmaker.id
Harga Emas terus menunjukan kekuatannya pada sesi perdagangan Eropa hari Kamis (13/3).Daya tarik emas sebagai aset safe haven yang sedang berkembang pesat mungkin akan melonjak ke rekor tertinggi $3.500 per ons selama kuartal ketiga, menurut analis Macquarie Group.Hal ini masih didukung oleh ketidakpastian seputar geopolitik dan kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Prospek anggaran AS yang memburuk mengisyaratkan inflasi dapat meningkat, yang akan menguntungkan emas sebagai lindung nilai, menurut Macquarie. Sumber: ads- Newsmaker.id
Emas naik tipis di sesi awal Asia. Uni Eropa dan Kanada mengumumkan tarif balasan terhadap AS pada hari Rabu, yang semakin meningkatkan prospek perang dagang global setelah AS mengenakan pungutan pada impor baja dan aluminium global. Emas mengalami reli yang membuatnya kembali mendekati rekornya, setelah inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan sehingga mendukung pelonggaran moneter Federal Reserve lebih lanjut tahun ini, sementara perang dagang global yang meningkat memicu pembelian aset safe haven. Sumber: Newsmaker.id
Harga perak (XAG/USD) naik pada jam perdagangan Eropa pada hari Rabu (12/3), level tertinggi yang terlihat dalam lebih dari dua minggu. Logam putih menguat karena ketakutan yang mendalam akan perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS) telah membuat Dolar AS (USD) melemah. Investor memperkirakan ekonomi AS terpapar resesi karena kebijakan tarif Presiden Donald Trump dapat membebani permintaan konsumen dalam waktu dekat, dengan asumsi bahwa tarif akan bersifat inflasi. Ketakutan akan resesi AS meningkat setelah komentar dari Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dalam wawancara CBS pada hari...
Harga Emas stabil di area kisaran $2018 di sesi Eropa dan jelang data Inflasi AS rilis.Investor mempertimbangkan langkah terbaru Trump untuk mengurangi ancaman perang dagangnya terhadap Ontario hanya beberapa jam setelah mengatakan dia akan menggandakan bea masuk pada baja dan aluminium Kanada menjadi 50%. Presiden juga meremehkan risiko resesi yang disebabkan oleh tarif. Sumber: Newsmaker.id