
Harga minyak menguat tipis pada perdagangan Selasa (20/1) setelah data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan mendorong optimisme permintaan. Brent naik 19 sen (0,3%) menjadi $64,13/barel, sementara WTI Februari yang berakhir hari ini naik 25 sen (0,4%) menjadi $59,69/barel. Kontrak WTI Maret yang lebih aktif ikut naik tipis ke sekitar $59,42/barel. Penguatan ini didorong oleh kabar dari China sebagai importir minyak terbesar dunia. Ekonomi China dilaporkan tumbuh 5,0% sepanjang tahun 2025 dan memenuhi target pemerintah. Aktivitas kilang juga meningkat, dengan throughput kilang naik...
Harga perak turun pada Senin sore, tertekan oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pertemuan dengan Presiden Rusia Putin minggu ini. Meredanya risiko global telah mengurangi minat terhadap aset safe haven seperti perak. Namun, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed tetap mendukung pasar. Data ketenagakerjaan AS yang lemah meningkatkan kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan September. Fokus sekarang beralih ke rilis data inflasi AS pada hari Selasa, yang dapat memicu pergerakan perak lebih lanjut. Pada saat penulisan, perak turun 1,33%...
Harga emas (XAU/USD) menghadapi tekanan jual yang kuat setelah gagal bertahan di atas level $3.400 pada sesi perdagangan Asia hari Senin(11/8), karena sentimen pasar yang optimis mengurangi permintaan terhadap aset safe-haven tradisional. Namun, tekanan penurunan ini masih tertahan karena makin banyaknya keyakinan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melanjutkan siklus pemotongan suku bunga pada bulan September. Hal ini membuat Dolar AS (USD) gagal memanfaatkan pemulihan moderat dari posisi terendah dua minggu pada Jumat lalu, sehingga tetap memberikan angin segar bagi emas yang tidak...
Harga minyak mentah global melemah pada perdagangan Senin (11/8) seiring meredanya kekhawatiran pasokan dan meningkatnya harapan diplomasi antara Amerika Serikat dan Rusia. Minyak Brent tercatat turun -0,37% ke level USD 66,19 per barel. Tekanan harga juga datang dari ekspektasi peningkatan produksi OPEC+, meski realisasi output sejumlah negara anggota masih terbatas akibat kendala teknis. Pasar turut mencermati prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang berpotensi menekan permintaan energi. Sumber: Newsmaker.id
Harga emas turun pada perdagangan Senin (11/8) akibat meredanya ketegangan geopolitik, yang menekan permintaan terhadap aset safe haven. Pasar kini mengalihkan perhatian ke data inflasi konsumen AS yang akan dirilis Selasa, yang diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed. Tekanan terhadap emas muncul setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 15 Agustus di Alaska, untuk merundingkan potensi akhir konflik di Ukraina. Sumber: Newsmaker.id
Harga perak diperdagangkan stabil pagi ini di kisaran $37“38 per ons, menyusul dukungan kuat dari sisi fundamental. Pasar masih mencermati defisit pasokan global akibat minimnya pertumbuhan produksi tambang, sementara permintaan dari sektor industri”terutama energi surya dan elektronik”terus meningkat. HSBC baru-baru ini menaikkan proyeksi harga rata-rata perak tahun 2025 menjadi $35,14/oz, mencerminkan potensi penguatan lebih lanjut. Faktor lain yang mendukung harga termasuk ekspektasi pelonggaran suku bunga oleh Federal Reserve dan pelemahan dolar AS, yang membuat logam mulia ini...