
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih lebih "noise" dibanding sinyal surplus jangka pendek. Per 15:50 WIB, Brent berada di $69,60/barel (+0,29%) dan WTI di $64,83/barel (+0,31%). Kenaikan berlangsung moderat, tapi cukup untuk menjaga harga tetap dekat area psikologis $70 untuk Brent. Dari sisi geopolitik, fokus pasar tertuju pada potensi eskalasi di Timur Tengah. Laporan terbaru...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser ekspektasi "cut rate cepat", sementara penguatan dolar menambah tekanan pada logam mulia. Emas spot turun 0,42% ke $5.062,94/oz. Pergerakan logam lain ikut terkoreksi setelah reli tajam sehari sebelumnya. Perak turun 0,99% ke $83,481/oz, menandakan pasar mulai "mendinginkan" volatilitas tinggi yang sempat terjadi. Tekanan juga terlihat pada logam...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhawatiran surplus di pasar. Pelaku pasar menilai headline Timur Tengah kembali "lebih berat" dibanding sentimen negatif dari lonjakan persediaan minyak AS. Pada pukul 09:15 GMT, Brent naik 78 sen (+1,13%) ke $69,77 per barel, sementara WTI menguat 75 sen (+1,18%) ke $64,52 per barel. Kenaikan ini memperpanjang penguatan dua hari terakhir, seiring pasar kembali memasang "risk premium" pada jalur...
Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelonggaran kebijakan. Investor kini bersikap lebih defensif sambil menunggu rilis Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang berpotensi menjadi pemicu volatilitas berikutnya. Berdasarkan pembaruan harga spot, emas spot berada di sekitar $5.076,10 per ons, naik $34,20 (+0,68%). Data tersebut tercatat pada 4:43 AM ET (setara sekitar 16:43 WIB). Di pasar derivatif, emas berjangka AS juga menguat. Kontrak...
Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot turun sekitar 0,2% ke $5.047,11/oz. Yang membuat emas tetap bertahan bukan cuma soal data dan dolar yang cenderung melemah, tapi juga karena risk premium geopolitik belum hilang. Paling panas: tensi AS “ Iran kembali bikin Selat Hormuz jadi sorotan. AS baru mengeluarkan panduan bagi kapal berbendera AS yang melintas agar menjauh dari perairan teritorial Iran dan menolak permintaan naik kapal...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI naik +0,2% ke $64,51/barel. Bensin utamanya tetap satu: Selat Hormuz. Otoritas maritim AS memberi panduan agar kapal berbendera AS yang melintas menjauh sejauh mungkin dari perairan teritorial Iran dan menolak secara verbal bila ada permintaan naik kapal dari aparat Iran. Meski cuma "guidance", market bacanya sebagai sinyal risiko karena Hormuz itu jalur krusial yang dilalui sekitar seperlima...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, dan dolar yang mulai melemah. Pemicu utamanya datang dari data akhir pekan yang menunjukkan People's Bank of China (PBOC) kembali menambah cadangan emas. Ini berarti Tiongkok tercatat membeli emas selama 15 bulan berturut-turut, menandakan bahwa permintaan masih kuat di tengah kekhawatiran fiskal dan penutupan ekonomi global. Dari sisi AS, pasar juga makin ramai bertaruh bahwa The Fed bisa...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fears of imminent supply disruptions. Brent fell about 67 cents to $67.38 per barrel, while WTI weakened 61 cents to $62.94 per barrel. Market participants believe that as long as the dialogue remains active, the likelihood of sudden supply disruptions is smaller at least temporarily. The talks in Oman were described as "positive" by both sides, although significant differences remain. Most...
Emas menguat di awal perdagangan Asia. Terdapat tren kenaikan komoditas yang luas, didorong oleh ketidakpastian makro, pelemahan dolar, dan permintaan yang terus berlanjut untuk aset "keras", ujar...
Harga minyak terus menurun setelah OPEC+ menyetujui peningkatan produksi yang lebih besar dari perkiraan bulan depan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan, sementara tarif AS...
Yen Jepang (JPY) melemah terhadap mata uang AS dan membalikkan sebagian pemulihan hari Jumat dari level terendah sejak 23 Juli menyusul pernyataan Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda. Ueda tidak...