Harga minyak melemah tipis dan mengarah pada penurunan bulanan, dengan perdagangan didominasi kekhawatiran potensi kelebihan pasokan serta ketegangan geopolitik, termasuk upaya yang dipimpin AS untuk mengakhiri perang di Ukraina. Brent kontrak November diperdagangkan dekat $68 per barel, turun sekitar 5% bulan ini. West Texas Intermediate (WTI) turun menuju $64. Sepanjang Agustus, harga minyak tertekan oleh kekhawatiran bahwa pasokan global akan melampaui permintaan pada kuartal-kuartal mendatang, sehingga menambah persediaan. Investor juga fokus pada Ukraina dan potensi perubahan arus...
Harga minyak mentah global melemah pada perdagangan Senin (11/8) seiring meredanya kekhawatiran pasokan dan meningkatnya harapan diplomasi antara Amerika Serikat dan Rusia. Minyak Brent tercatat turun -0,37% ke level USD 66,19 per barel. Tekanan harga juga datang dari ekspektasi peningkatan produksi OPEC+, meski realisasi output sejumlah negara anggota masih terbatas akibat kendala teknis. Pasar turut mencermati prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang berpotensi menekan permintaan energi. Sumber: Newsmaker.id
Harga emas turun pada perdagangan Senin (11/8) akibat meredanya ketegangan geopolitik, yang menekan permintaan terhadap aset safe haven. Pasar kini mengalihkan perhatian ke data inflasi konsumen AS yang akan dirilis Selasa, yang diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed. Tekanan terhadap emas muncul setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 15 Agustus di Alaska, untuk merundingkan potensi akhir konflik di Ukraina. Sumber: Newsmaker.id
Harga perak diperdagangkan stabil pagi ini di kisaran $37“38 per ons, menyusul dukungan kuat dari sisi fundamental. Pasar masih mencermati defisit pasokan global akibat minimnya pertumbuhan produksi tambang, sementara permintaan dari sektor industri”terutama energi surya dan elektronik”terus meningkat. HSBC baru-baru ini menaikkan proyeksi harga rata-rata perak tahun 2025 menjadi $35,14/oz, mencerminkan potensi penguatan lebih lanjut. Faktor lain yang mendukung harga termasuk ekspektasi pelonggaran suku bunga oleh Federal Reserve dan pelemahan dolar AS, yang membuat logam mulia ini...
Harga emas (XAU/USD) memangkas sebagian kerugian intraday-nya, meskipun masih tertekan di bawah level $3.400 dan di atas level tertinggi dua minggu yang dicapai Jumat lalu. Di tengah sentimen pasar yang optimis, penguatan Dolar AS (USD) yang moderat mendorong aksi ambil untung di sekitar komoditas ini setelah kenaikannya baru-baru ini selama kurang lebih seminggu terakhir. Namun, kombinasi beberapa faktor membantu membatasi penurunan logam mulia ini. Sumber: Newsmaker.id
Harga emas turun pada jumat (08/8), Para pedagang mencerna berita utama tarif terbaru karena logam mulia ini menuju kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Namun, Penurunan harga emas tampaknya bersifat sementara. Penurunan harga emas terbaru sebagian besar didorong oleh aksi ambil untung karena para pedagang memanfaatkan lonjakan harga emas berjangka ke rekor tertinggi baru. Sumber: Newsmaker.id(alg)
Harga perak terus menguat dan mencapai level tertinggi sejak 2011. Lonjakan ini didorong oleh permintaan industri yang kuat terutama dari sektor energi terbarukan, kendaraan listrik, dan teknologi sementara pasokan global masih tertahan. Perak juga dianggap undervalued dibandingkan emas, membuatnya menarik bagi investor yang mencari aset alternatif. Secara teknikal, pola jangka panjang seperti cup-and-handle menunjukkan potensi breakout besar. Ditambah defisit pasokan selama 5 tahun berturut-turut, analis memperkirakan kenaikan harga 15“20% dalam 1“2 tahun ke depan. Saat berita ini...
Harga emas (XAU/USD) naik ke level tertinggi dalam rentang mingguan di awal sesi Eropa pada hari Kamis(7/8) karena kekhawatiran perdagangan baru mendorong permintaan aset safe haven tradisional. Selain itu, semakin diterimanya bahwa Federal Reserve AS (The Fed) akan melanjutkan siklus pemangkasan suku bunganya pada bulan September ternyata menjadi faktor lain yang mendorong arus modal menuju logam kuning non-imbal hasil dan berkontribusi pada pergerakan positif. Sementara itu, ekspektasi The Fed yang dovish menyeret Dolar AS (USD) ke level terendah hampir dua minggu dalam satu jam...
Harga perak naik ke $38.05 pada Kamis (7/08), mencatat penguatan lima hari beruntun. Kenaikan ini ditopang pelemahan dolar AS dan kekhawatiran pasar atas rencana tarif tambahan dari Presiden Trump terhadap Tiongkok dan Jepang. Sentimen risk-off mendorong investor masuk ke aset safe haven seperti perak. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed juga jadi pendorong utama. Data tenaga kerja AS yang melemah memperkuat peluang pelonggaran kebijakan, yang mendukung harga logam mulia. Pasar kini menunggu data klaim pengangguran untuk arah jangka pendek. Saat berita ini ditulis perak +0.68% berada...
Emas (XAU/USD) melanjutkan pelemahannya pada hari Rabu untuk hari kedua berturut-turut karena Dolar AS (USD) dan imbal hasil Treasury AS menguat menjelang rilis Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka...
Harga minyak terus menurun setelah OPEC+ menyetujui peningkatan produksi yang lebih besar dari perkiraan bulan depan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan, sementara tarif AS...
Yen Jepang (JPY) melemah terhadap mata uang AS dan membalikkan sebagian pemulihan hari Jumat dari level terendah sejak 23 Juli menyusul pernyataan Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda. Ueda tidak...