
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih lebih "noise" dibanding sinyal surplus jangka pendek. Per 15:50 WIB, Brent berada di $69,60/barel (+0,29%) dan WTI di $64,83/barel (+0,31%). Kenaikan berlangsung moderat, tapi cukup untuk menjaga harga tetap dekat area psikologis $70 untuk Brent. Dari sisi geopolitik, fokus pasar tertuju pada potensi eskalasi di Timur Tengah. Laporan terbaru...
Harga emas cenderung menguat pada 16 Desember 2025 seiring meningkatnya sikap hati-hati investor global. Tekanan di Wall Street dan pelemahan saham teknologi, khususnya sektor kecerdasan buatan, membuat pelaku pasar mengurangi risiko dan beralih ke aset aman seperti emas. Sentimen ini juga tercermin di pasar Asia yang dibuka bervariasi, dengan sebagian indeks bergerak melemah. Selain itu, pergerakan dolar AS yang kurang solid turut memberi ruang bagi emas untuk bertahan di level tinggi. Ketidakpastian arah kebijakan bank sentral serta rilis data ekonomi penting dalam waktu dekat membuat...
Brent berfluktuasi di sekitar $60/barel pada sesi Asia, tetapi pasar masih menahan napas. Area $60 adalah level psikologis: jika pembeli kuat, biasanya ada sedikit pemantulan teknis. Namun, jika sentimen penghindaran risiko dan pasokan terasa ketat, harga dapat dengan mudah "turun" dan terus melemah.Narasi yang paling berpengaruh saat ini tetaplah narasi penawaran vs. permintaan: sisi penawaran tetap berat (OPEC+ dan pasokan global), sementara di sisi permintaan, pasar menunggu sinyal dari data ekonomi utama (AS/China) dan berita utama geopolitik. (asd)Harga minyak pada saat analisis ini...
Harga perak naik pada Senin(15/12), ikut terdorong oleh dolar AS yang melemah dan turunnya yield obligasi AS. Di pasar, spot silver lebih naik 3% setelah baru-baru ini menyentuh rekor $64,67/oz. Dari sisi fundamental, reli perak masih ditopang kombinasi defisit pasokan/supply squeeze dan permintaan industri (misalnya sektor teknologi & energi), ditambah sentimen kebijakan moneter yang lebih ramah aset logam. Tapi pasar juga mulai mewaspadai risiko "kepanasan" (valuasi tinggi dan potensi profit-taking), apalagi kalau muncul kabar kebijakan tarif yang mengurangi kekhawatiran...
Harga emas naik pada Senin(15/12) karena dolar AS melemah dan yield obligasi AS turun, bikin emas (aset tanpa bunga) jadi lebih menarik. Dari sisi fundamental, pelaku pasar lagi nge-price-in prospek suku bunga lebih rendah setelah The Fed baru-baru ini memangkas suku bunga 25 bps. Sementara fokus berikutnya tertuju ke rilis data AS (terutama Non-Farm Payrolls) - kalau data tenaga kerja melemah, biasanya ekspektasi pelonggaran makin kuat dan itu bisa jadi bahan bakar tambahan buat emas.(alg) Sumber : Newsmaker.id
Harga perak masih bertahan di level tinggi setelah reli kuat dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini didukung ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, pelemahan dolar, serta permintaan industri yang solid dari sektor panel surya, elektronik, dan kendaraan listrik. Kombinasi fungsi perak sebagai logam industri dan aset lindung nilai membuatnya jadi incaran banyak investor. Namun, setelah lonjakan tajam, perak sekarang lebih rawan koreksi jika ada pemicu negatif kecil, seperti data ekonomi AS yang kuat atau komentar hawkish dari bank sentral. Aksi ambil untung bisa cepat menekan harga...
Harga emas naik ke sekitar US$4.320 per ons pada Senin(15/12), makin dekat ke rekor tertinggi sepanjang masa. Pasar kini fokus menunggu data ekonomi AS minggu ini untuk membaca arah suku bunga The Fed, terutama laporan tenaga kerja (Selasa) dan data inflasi (Kamis) yang bisa jadi "penentu" langkah berikutnya. Minggu lalu, The Fed memangkas suku bunga 25 bps untuk ketiga kalinya tahun ini, tapi keputusan itu tidak bulat karena ada pejabat yang menilai inflasi masih tinggi dan lebih aman menunggu data tambahan sebelum melonggarkan lagi di 2026. Di sisi lain, emas sudah melonjak lebih dari 60%...
Oil prices rose slightly on Monday, recovering slightly from a decline of around 4% last week. Brent traded around $61.22 per barrel and WTI at $57.67, boosted by concerns about supply disruptions due to escalating US-Venezuela tensions and Ukraine's attack on Russian oil refineries, although the market remains gripped by concerns about oversupply.Venezuelan oil exports reportedly plummeted following the seizure of a tanker and new US sanctions, while Baker Hughes data showed the number of oil and gas rigs in the US has fallen again. At the same time, Russia-Ukraine peace talks have the...
Perak naik dan tetap bertahan dekat rekor pada Jumat(12/12) Kenaikan ini ditopang kombinasi dolar AS yang melemah dan ekspektasi pasar bahwa suku bunga AS masih berpeluang turun lagi, plus dorongan permintaan industri (terutama sektor teknologi/energi) serta inventori yang makin ketat-apalagi setelah perak masuk daftar critical minerals AS yang bikin narasi "supply ketat" makin kuat. Ke depan, pergerakan perak biasanya sensitif ke USD & yield kalau dolar tiba-tiba rebound kenceng, perak bisa ketahan (atau profit-taking), tapi selama cerita "rate cut + demand industri" masih dominan,...
Emas menguat di awal perdagangan Asia. Terdapat tren kenaikan komoditas yang luas, didorong oleh ketidakpastian makro, pelemahan dolar, dan permintaan yang terus berlanjut untuk aset "keras", ujar...
Harga minyak terus menurun setelah OPEC+ menyetujui peningkatan produksi yang lebih besar dari perkiraan bulan depan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan, sementara tarif AS...
Yen Jepang (JPY) melemah terhadap mata uang AS dan membalikkan sebagian pemulihan hari Jumat dari level terendah sejak 23 Juli menyusul pernyataan Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda. Ueda tidak...