
Indeks Dolar AS (DXY), indeks nilai Dolar AS (USD) yang diukur terhadap sekeranjang enam mata uang dunia, menarik beberapa pembeli ke sekitar 103,50 selama sesi Eropa awal pada hari Rabu (19/3). Para pedagang bersiap untuk keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada hari Rabu nanti, tanpa ada perubahan suku bunga yang diharapkan.
Proyeksi ekonomi baru dari pejabat Fed akan diawasi dengan ketat karena dapat memberikan beberapa petunjuk tentang bagaimana para pembuat kebijakan memandang kemungkinan dampak kebijakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Secara teknis, prospek bearish DXY tetap berlaku, ditandai dengan indeks yang bertahan di bawah Exponential Moving Average (EMA) 100 hari yang penting pada jangka waktu harian. Jalur yang paling mudah adalah ke sisi bawah karena Relative Strength Index (RSI) 14 hari, yang berada di bawah garis tengah mendekati 31,15, mendukung para penjual dalam waktu dekat. Dalam peristiwa bearish, level terendah 18 Maret di 103,20 bertindak sebagai level support awal untuk indeks USD. Level penting yang perlu diperhatikan adalah 102,00, yang mewakili level psikologis dan batas bawah Bollinger Band. Penurunan yang berlanjut dapat menyebabkan penurunan ke 100,53, level terendah 28 Agustus 2024.
Di sisi positifnya, level resistance langsung untuk DXY muncul di 104,10, level tertinggi 14 Maret. Lebih jauh ke utara, rintangan berikutnya terlihat di 105,45, level tertinggi 6 November 2024. Setiap tindak lanjut pembelian di atas level ini dapat menyebabkan reli ke 106,10, EMA 100 hari.(Newsmaker23)
Sumber: FXstreet
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...