Saturday, 21 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bunga antara AS dan negara lain. Kekhawatiran soal defisit anggaran AS, perang dagang global, serta isu independensi Bank Sentral AS (The Fed) ikut membebani pergerakan dolar dan diperkirakan masih akan berlanjut tahun ini.

Euro dan poundsterling menjadi contoh mata uang yang menguat signifikan. Euro stabil di level sekitar $1,17 setelah melonjak lebih dari 13% tahun lalu, sementara poundsterling bertahan di kisaran $1,34 usai naik hampir 8%. Kenaikan ini menjadi yang tertajam sejak 2017. Namun, perdagangan relatif sepi karena pasar Jepang dan Tiongkok tutup, sehingga pergerakan mata uang terbatas.

Indeks dolar tercatat turun tajam sepanjang 2025, menjadi penurunan terbesar dalam delapan tahun terakhir. Meski ada pendapat bahwa dominasi dolar mulai memudar, sebagian analis menilai pelemahan ini berlebihan dan dolar masih berpeluang bangkit karena ekonomi AS relatif kuat. Fokus pasar kini tertuju pada data tenaga kerja AS dan arah kebijakan suku bunga The Fed, terutama menjelang berakhirnya masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell pada Mei.

Di sisi lain, yen Jepang tetap menjadi pengecualian. Yen masih berada dekat level terlemah dalam 10 bulan terakhir meski Bank of Japan sudah menaikkan suku bunga dua kali tahun lalu. Langkah yang terlalu hati-hati membuat investor kurang percaya diri. Ditambah lagi, kekhawatiran soal kebijakan fiskal Jepang membuat yen sulit menguat, sehingga membuka kemungkinan intervensi pemerintah jika pelemahan berlanjut. (az)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Liburan Tenang, Dolar AS Melemah...
Thursday, 1 January 2026 00:17 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) tetap sedikit lebih tinggi dalam sesi akhir tahun yang sepi pada hari Rabu. Namun, Indeks ini telah kehilangan sebagian besar keuntungan harian, setelah mencapai puncak di 98,44,...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS