Sunday, 01 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar Australia Mendapat Dukungan Menyusul Tahapan Baru Oleh Otoritas Tiongkok
Thursday, 23 January 2025 12:05 WIB | AUD/USD |Dollar Australia,AUD/USD,

Dolar Australia (AUD) tetap stabil terhadap Dolar AS (USD) pada hari Kamis (23/1), karena kekhawatiran pasar mereda menyusul berita bahwa tarif khusus Tiongkok yang diusulkan berdasarkan rencana revisi Presiden AS Donald Trump jauh lebih kecil dari yang diperkirakan sebelumnya. Perkembangan ini membantu menenangkan kegelisahan investor, terutama mengingat hubungan dagang yang kuat antara Tiongkok dan Australia, yang membuat pasar Australia peka terhadap perubahan dalam lanskap ekonomi Tiongkok.

Presiden Trump mengumumkan rencana untuk menerapkan tarif 10% pada impor Tiongkok mulai 1 Februari, dengan alasan kekhawatiran atas pengiriman fentanil dari Tiongkok ke Meksiko dan Kanada, menurut Reuters. Sebagai tanggapan, Wakil Perdana Menteri Tiongkok Ding Xuexiang memperingatkan pada hari Selasa tentang potensi dampak perang dagang, dengan menyatakan bahwa "tidak ada pemenang" dalam konflik semacam itu. Pernyataannya muncul saat Tiongkok bersiap menghadapi kemungkinan tarif di bawah pemerintahan Trump, seperti yang dilaporkan oleh CNBC.

Otoritas Tiongkok pada hari Kamis memperkenalkan beberapa langkah untuk menstabilkan pasar sahamnya, termasuk mengizinkan dana pensiun untuk meningkatkan investasi dalam ekuitas domestik. Skema percontohan yang memungkinkan perusahaan asuransi untuk membeli ekuitas akan diluncurkan pada paruh pertama tahun 2025, dengan skala awal setidaknya 100 miliar Yuan. Sementara itu, Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) mengatakan bahwa mereka "akan memperluas cakupan dan meningkatkan skala alat likuiditas untuk mendanai pembelian saham pada waktu yang tepat." Indeks S&P/ASX 200 turun hingga mendekati 8.400 pada hari Kamis, terutama didorong oleh penurunan saham pertambangan karena harga komoditas yang lebih lemah membebani sektor tersebut. Penurunan di pasar ekuitas Australia ini terjadi meskipun ada kenaikan kuat di Wall Street. Investor tetap berhati-hati saat menilai implikasi dari perubahan kebijakan Presiden Trump.(AL)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
AUD Tetap Tangguh China Ngebut, Dolar AS Loyo...
Monday, 19 January 2026 11:38 WIB

Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS Greenland. Kombina...

AUD/USD melonjak karena pengetatan kebijakan moneter oleh RBA...
Friday, 2 January 2026 16:24 WIB

Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik di awal tahun yang relatif tenang. Dolar Australia menguat hampir 0,5% terhadap Dolar AS dalam grafik harian sejauh ini, didorong oleh sen...

Dolar Australia Menguat, Dipicu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga RBA...
Wednesday, 24 December 2025 09:33 WIB

Dolar Australia (AUD) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan AUD didorong oleh rilis Notulen Pertemuan RBA (Bank Sentral...

Dolar Australia Kuat, Fed Bakal Bikin USD Loyo?...
Friday, 5 December 2025 08:03 WIB

Pasangan mata uang AUD/USD saat ini masuk fase konsolidasi bullish, alias istirahat sejenak dalam tren naik, dan bergerak di sekitar area 0,6600 pada sesi Asia hari Jumat(5/12). Level ini berada tepat...

Data Ekonomi Mengecewakan, Aussie kok malah naik?...
Wednesday, 3 December 2025 10:06 WIB

Dolar Australia (AUD) bergerak naik dan mencapai level tertinggi tiga minggu terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Asia hari Rabu. Kenaikan ini terjadi meski data ekonomi Australia kurang memuaskan.Badan ...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS