Monday, 02 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--

Logam Mulia Bullish, Minyak Fluktuatif di Tengah Gejolak Geopolitik
Monday, 1 September 2025 09:46 WIB | GOLD CORNER |

Sepanjang pekan terakhir, pasar komoditas mencatat pergerakan yang dinamis, khususnya pada logam mulia dan minyak mentah. Harga perak bertahan stabil mendekati level tertinggi sejak 2011, didorong oleh spekulasi pelonggaran kebijakan Federal Reserve AS. Optimisme pemangkasan suku bunga semakin kuat setelah Ketua The Fed Jerome Powell memberi sinyal kemungkinan penurunan suku bunga. Perak diperdagangkan di kisaran $38,5–$38,8 per ons, diperkuat oleh lonjakan permintaan safe haven menyusul langkah mengejutkan Presiden Donald Trump yang memecat Gubernur The Fed Lisa Cook. Namun, logam mulia ini sempat terkoreksi ke bawah $38,5 akibat penguatan dolar AS. Meski begitu, harga kembali naik di atas $38,6 per ons karena ekspektasi pemangkasan suku bunga mencapai 89%. Hingga akhir pekan, perak tetap diperdagangkan kuat di sekitar $38,8, dengan suku bunga rendah menjadikannya semakin menarik bagi investor.

Sementara itu, pasar minyak mentah mengalami fluktuasi tajam. Harga minyak sempat melonjak sekitar 2% setelah para pedagang mengantisipasi sanksi AS tambahan terhadap Rusia dan adanya serangan Ukraina ke infrastruktur energi Rusia. Namun reli tersebut terhenti ketika Brent turun ke $68 per barel dan WTI ke bawah $65, dipicu ekspektasi pasokan yang lebih longgar dan langkah AS menekan India dengan tarif baru terkait impor minyak Rusia. Harga kembali menguat setelah serangan rudal Rusia ke Ukraina menewaskan puluhan warga sipil, yang meningkatkan kekhawatiran geopolitik. Akan tetapi, minyak kembali melemah karena ekspektasi permintaan AS yang melambat dan meningkatnya pasokan dari OPEC+, dengan Brent turun ke $67–68 per barel dan WTI ke $63–64 per barel.

Adapun emas menunjukkan tren menguat sepanjang pekan. Emas sempat naik setelah pertemuan antara Trump, Zelenskyy, dan pemimpin Eropa, namun terkoreksi kembali ke sekitar $3.335 akibat penguatan dolar. Dorongan baru muncul ketika harga naik 0,5% ke level tertinggi dalam lebih dari dua pekan setelah kabar pemecatan Gubernur Fed Lisa Cook. Selanjutnya emas relatif stabil sambil menunggu rilis data inflasi PCE. Sentimen positif kembali ketika emas mencapai level tertinggi lima pekan, ditopang pelemahan dolar dan kekhawatiran independensi The Fed. Puncaknya terjadi saat emas naik 1% ke level tertinggi sejak pertengahan Juli, membukukan kenaikan bulanan 4,7% performa terbaik sejak April — seiring data inflasi AS yang menguatkan spekulasi pemangkasan suku bunga bulan depan.

 

Tinjauan Teknikal.

Silver

Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 39.563 Take profit $ 41.264. Stop loss di $ 38.685. Atau Sell $ 38.201 Take profit di $ 36.977. stop loss di $ 38.840

BCO

Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 67.48 Take profit $ 68.70. Stop loss di $ 66.98. Atau Sell $ 66.83 Take profit di $ 65.93. stop loss di $ 67.28.

GOLD

Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 3.463 Take profit $ 3.547. Stop loss di $ 3.432. Atau Sell $ 3.405 Take profit di $ 3.314. stop loss di $ 3.430.

DISCLAIMER

Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.

LATEST NEWS
Geopolitics Holds Back Oil, Inventory Data Acts As A Brake

Oil prices stabilized on Thursday (February 12th), as the market reassigned a risk premium to US-Iran tensions despite US inventory data showing swelling domestic supplies. This movement confirms one thing: geopolitical headlines are still more...

Strong NFP, Gold Weakens : CPI Leads

Gold prices weakened slightly on Thursday (February 12th), as more solid US employment data reduced market confidence in an imminent Federal Reserve interest rate cut. The strong employment data prompted market participants to shift expectations of...

Rally Stalls, Hang Seng Slips ; Large Caps Pressured

The Hang Seng Index reversed its downward trend in Hong Kong on Thursday (February 12th), weakening by around 0.9% to around 27,000 after a strong session earlier. This decline halted the momentum of the short term rally, as investors began to...

POPULAR NEWS