Tuesday, 07 April 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
RECENT NEWS
Emas Terkoreksi Di Sesi US

Harga emas sempat turun tipis di sesi US malam ini setelah sebelumnya terbang mendekati level tertinggi tujuh minggu. Di tengah level yang sudah sangat tinggi, banyak pelaku pasar memilih untuk ambil untung (profit taking) dulu, jadi tekanan jual mulai muncul walau trennya masih cenderung bullish. Sejumlah laporan pasar nyatat emas spot turun sekitar 0,2“0,5% dari puncaknya, sementara emas futures cuma melemah tipis dan tetap bertahan di area atas. Selain profit taking, emas juga tertekan oleh sedikit penguatan Dolar AS dan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS, setelah pasar mulai...

Harga perak kembali tertekan

Harga perak turun di bawah $62 per ons pada hari Jumat setelah menyentuh rekor tertinggi sebelumnya pada hari itu karena reli mereda di tengah aksi ambil untung dan fase konsolidasi singkat menjelang akhir pekan, meskipun latar belakang bullish secara keseluruhan tetap utuh. Pemotongan suku bunga Federal Reserve AS baru-baru ini dan prospeknya yang kurang agresif terus mendukung dukungan jangka menengah, dengan Powell mengisyaratkan tidak akan ada kenaikan suku bunga lebih lanjut dan memproyeksikan satu pemotongan tambahan tahun depan dan satu lagi pada tahun 2027. Arus masuk ETF yang kuat...

Fed Masih Abu-Abu, Geopolitik Memanas: Emas Tetap Jadi Incaran

Emas (XAU/USD) naik sedikit pada hari Jumat karena para pedagang tampaknya mengambil keuntungan menjelang akhir pekan, namun tetap mempertahankan kenaikan lebih dari 0,51% setelah mencapai level tertinggi tujuh minggu di $4.353 karena para pedagang mencerna komentar dari para pejabat Federal Reserve (Fed). Harga emas memangkas kenaikan menjelang akhir pekan, tetapi tetap didukung oleh ketidakpastian Fed dan data yang lemah. Dokumen ekonomi AS relatif ringan, namun para pejabat Federal Reserve memberikan pernyataan yang berbeda. Dua dari tiga pejabat yang berbeda pendapat menyatakan...

Dolar AS masih bergerak lesu

Dolar AS masih bergerak lesu setelah tekanan kuat pasca keputusan The Fed memangkas suku bunga 25 bps. Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di area bawah dan cenderung melemah secara mingguan, karena pelaku pasar menilai kebijakan The Fed sekarang lebih condong ke arah dovish. Ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan membuat daya tarik dolar sebagai aset berimbal hasil tinggi berkurang, sehingga aliran dana lebih banyak mengalir ke aset lain seperti emas, perak, dan sebagian mata uang berisiko. Meski begitu, dalam jangka sangat pendek dolar sempat mencoba rebound tipis di sesi AS seiring...

Minyak Bertahan di Level Terendah, Kenapa Belum Jatuh Lagi?

Harga minyak masih stabil di dekat level terendah hampir dua bulan, karena pasar lebih khawatir soal kelebihan pasokan dibandingkan dampak ketegangan geopolitik. Brent bertahan di sekitar US$61/barel setelah ditutup di level terendah sejak 20 Oktober, sementara WTI masih di bawah US$58/barel. Tekanan utama datang dari ekspektasi surplus pasokan yang membesar: OPEC+ dan produsen lain terus memompa lebih banyak minyak, sementara pertumbuhan konsumsi dinilai masih lambat. Kondisi ini bikin harga minyak diperkirakan tetap berada di jalur penurunan tahunan. Meski begitu, geopolitik ikut menahan...