Monday, 06 April 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
RECENT NEWS
Emas Menguat di Tengah Potensi Permintaan Investasi

Emas menguat di awal sesi Asia seiring potensi permintaan investasi. Analisis TD Securities terhadap pengajuan '13F' untuk kepemilikan institusional di ETF emas fisik terbesar menunjukkan bahwa jumlah perusahaan yang membeli emas telah meningkat. Data tersebut juga menunjukkan peningkatan partisipasi dalam konsensus pasar emas bullish, ungkap Daniel Ghali dari perusahaan pialang tersebut dalam sebuah laporan riset. Lebih lanjut, pembelian oleh bank sentral kemungkinan akan tetap menjadi tren sekuler, tambah ahli strategi komoditas senior tersebut. Emas spot naik 0,6% ke level $4.102,58/oz....

AUD Tahan Banting, Ada Sinyal Besar dari Cina & RBA?

Dolar Australia (AUD) bergerak stabil terhadap Dolar AS (USD) pada Kamis(20/11) setelah keputusan suku bunga Bank Rakyat Tiongkok (PBoC). Bank sentral Tiongkok kembali menahan Suku Bunga Dasar Pinjaman (LPR) di 3,00% untuk tenor satu tahun dan 3,50% untuk lima tahun. Karena Tiongkok adalah mitra dagang utama Australia, keputusan ini ikut memengaruhi persepsi pasar terhadap prospek ekonomi Australia dan pergerakan AUD. Dari sisi domestik, komentar Asisten Gubernur RBA Sarah Hunter menambah warna bagi pasar. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terlalu kuat berpotensi memicu tekanan...

Emas Turun, Fokus Beralih ke Data Ketenagakerjaan AS

Harga emas turun lebih dari 1% pada hari Kamis(20/11), tertekan oleh penguatan dolar dan memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve pada bulan Desember, karena investor menunggu laporan ketenagakerjaan AS yang tertunda di kemudian hari. Emas spot turun 0,4% menjadi $4.066,32 per ons, pada pukul 09.20 GMT, setelah turun lebih dari 1% di awal sesi. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,4% menjadi $4.065,30 per ons. Indeks dolar menguat mendekati level tertinggi dua minggu, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. "Penguatan dolar membebani emas,...

Minyak Naik Menjelang Deadline Sanksi Rusia

Harga minyak sedikit menguat karena investor mempertimbangkan dampak sanksi AS terhadap Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC Rusia yang akan berlaku pada hari Jumat, sementara Uni Eropa menjajaki langkah-langkah lebih lanjut untuk menekan Moskow. Brent diperdagangkan mendekati $64 per barel setelah turun lebih dari 2% pada hari Rabu, penurunan terbesar dalam seminggu, dan West Texas Intermediate mendekati $60. Sanksi AS terhadap raksasa minyak Rusia tersebut telah mengganggu arus minyak mentah, terutama ke India, dan memaksa Lukoil untuk mencari pembeli bagi aset internasionalnya. Harga minyak...

Emas Stabil di Tengah Pudarnya Harapan Pemangkasan Suku Bunga AS

Emas stabil, menghentikan kenaikan dua hari, karena investor mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve bulan depan. Harga emas batangan diperdagangkan mendekati $4.070 per ons, setelah naik hampir 1% selama dua sesi sebelumnya. AS tidak akan menerbitkan laporan ketenagakerjaan bulan Oktober, sehingga para pembuat kebijakan The Fed tidak memiliki data penting sebelum pertemuan terakhir mereka tahun ini. Sementara itu, risalah pertemuan bulan Oktober menunjukkan banyak pejabat mengatakan bahwa kemungkinan besar akan tepat untuk mempertahankan suku bunga tetap selama...