
Harga minyak menguat tipis pada perdagangan Selasa (20/1) setelah data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan mendorong optimisme permintaan. Brent naik 19 sen (0,3%) menjadi $64,13/barel, sementara WTI Februari yang berakhir hari ini naik 25 sen (0,4%) menjadi $59,69/barel. Kontrak WTI Maret yang lebih aktif ikut naik tipis ke sekitar $59,42/barel. Penguatan ini didorong oleh kabar dari China sebagai importir minyak terbesar dunia. Ekonomi China dilaporkan tumbuh 5,0% sepanjang tahun 2025 dan memenuhi target pemerintah. Aktivitas kilang juga meningkat, dengan throughput kilang naik...
Harga perak (XAG/USD) menemukan bantalan sementara pada hari Selasa (11/2) setelah turun tajam di awal hari. Logam putih ini menunjukkan sedikit minat beli karena Dolar AS (USD) turun menjelang kesaksian Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell di hadapan Kongres. Namun, prospek keseluruhan harga Perak tetap kuat karena meningkatnya kekhawatiran akan perang dagang global. Secara historis, daya tarik logam mulia, seperti Perak, meningkat dalam lingkungan global yang tidak pasti. Sumber: Newsmaker.id
Harga emas tergelincir pada hari Selasa (11/2) karena investor membukukan keuntungan menyusul rekor tertinggi, namun masih optimis di tengah kekhawatiran perang dagang global yang dipicu oleh tarif baru Presiden AS Donald Trump. Para pedagang mengawasi testimoni Ketua Federal Reserve Jerome Powell di kemudian hari dan data inflasi AS hari Rabu untuk petunjuk baru tentang prospek suku bunga di ekonomi terbesar di dunia tersebut. Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) telah menembus rekor tertinggi sepanjang masa sebelumnya dan mencetak rekor tertinggi baru di $2.942 pada perdagangan Selasa(11/2) pagi sebelum berbalik merugi hari itu. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengenakan tarif 25% pada impor baja dan aluminium untuk semua negara mulai 12 Maret, sementara China diam-diam mengenakan tarif balasan pada beberapa barang AS. Sumber: Newsmaker.id
Harga perak menguat karena permintaan safe haven pada hari Senin, naik 0,90% dan kembali ke $32,00 per troy ounce pada saat penulisan.Logam mulia terus berkinerja positif pada hari Senin setelah Presiden AS Donald Trump menerapkan tarif 25% pada semua impor aluminium dan baja. Hal ini mendorong para pedagang untuk mencari keamanan aset haven seperti Perak, Emas, dan Dolar AS.Sampai Berita ini di Turunkan harga Perak berada di level $ 32,157 Source: Newsmaker.id
Harga emas melanjutkan rekornya pada hari Selasa (11/2) dan menembus level kunci $2.921 untuk pertama kalinya, hal ini didukung oleh permintaan safe haven karena ancaman tarif baru Presiden AS Donald Trump memperkuat kekhawatiran perang dagang dan inflasi. Sementara itu, Investor akan fokus pada kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell di hadapan Kongres pada hari Selasa dan Rabu untuk mendapatkan petunjuk tentang lintasan kebijakan moneter. Sumber: Newsmaker.id