Sunday, 05 April 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Serangan Israel terhadap Iran mungkin telah melanggar hukum internasional
Monday, 23 June 2025 23:49 WIB | ECONOMY |Ekonomi Global

Sebuah misi pencari fakta yang diamanatkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan pada hari Senin bahwa beberapa serangan Israel terhadap Iran mungkin telah melanggar hukum humaniter internasional, dengan menyebutkan pembunuhan warga sipil di sebuah blok apartemen dan tiga pekerja bantuan di Teheran.

Israel memulai serangan udara terhadap Iran dalam serangan mendadak pada tanggal 13 Juni yang menewaskan banyak komandan tinggi Iran dan telah mengintensifkan serangan sejak saat itu, yang memicu eksodus dari ibu kota. Amerika Serikat bergabung pada hari Minggu dengan menyerang situs nuklir bawah tanah Iran.

"Di antara mereka yang tewas di Teheran adalah puluhan penduduk sebuah kompleks apartemen dan tiga pekerja kemanusiaan dari Palang Merah Iran, sementara situs yang rusak termasuk sebuah klinik untuk anak-anak dengan autisme dan sebuah rumah sakit di Kermanshah," kata badan investigasi tersebut dalam sebuah pernyataan kepada wartawan, mengacu pada serangan Israel.

"Hal ini, dan kurangnya peringatan dini yang efektif dari Israel, yang dapat memengaruhi kemampuan penduduk untuk mencapai tempat yang aman, menimbulkan kekhawatiran serius terkait prinsip proporsionalitas, pembedaan, dan kehati-hatian berdasarkan hukum humaniter internasional."

Misi tersebut mengatakan bahwa jutaan orang sejauh ini telah meninggalkan ibu kota dan kurangnya sistem peringatan, tempat perlindungan yang memadai, dan pembatasan internet telah meningkatkan bahaya.

Setelah Israel menyerang penjara terkenal untuk tahanan politik pada hari Senin, para ahli menyuarakan kekhawatiran tentang tahanan yang ditahan di dekat lokasi pengeboman.

"Para ahli meminta otoritas Iran untuk merelokasi tahanan dari lokasi yang berisiko terkena serangan udara," kata pernyataan tersebut.

Misi tersebut juga menyuarakan kekhawatiran tentang laporan penangkapan sewenang-wenang oleh otoritas Iran terhadap aktivis, jurnalis, dan pengguna media sosial yang dituduh melakukan spionase dengan Israel - kejahatan yang dapat dihukum mati di Iran.(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS